kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.908   -84,00   -0,47%
  • IDX 5.990   -19,30   -0,32%
  • KOMPAS100 769   -4,09   -0,53%
  • LQ45 590   -2,77   -0,47%
  • ISSI 209   0,10   0,05%
  • IDX30 327   -0,84   -0,26%
  • IDXHIDIV20 420   1,10   0,26%
  • IDX80 88   -0,42   -0,47%
  • IDXV30 114   0,33   0,29%
  • IDXQ30 107   -0,15   -0,14%

Semacom (SEMA) Berpotensi Raih Penjualan Rp 2 Triliun dari Proyek Data Center


Jumat, 02 Oktober 2026 / 11:40 WIB
Semacom (SEMA) Berpotensi Raih Penjualan Rp 2 Triliun dari Proyek Data Center
ILUSTRASI. PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) (Dok/SEMA)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) berpotensi membukukan penjualan sekitar Rp 2 triliun dan laba bersih sekitar Rp 200 miliar pada 2027. Potensi tersebut seiring dengan realisasi kontrak proyek data center CGK5 dan CGK7.

Analis MNC Sekuritas Christian mengatakan, setelah mencermati keterbukaan informasi SEMA kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat Nomor SI-344/KI-Corsec/09/2026 tentang Tanggapan Perseroan atas Permintaan Penjelasan Bursa tertanggal 30 September 2026, kontrak tersebut berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perseroan.

“Dengan mempertimbangkan skala proyek Data Center CGK5 dan CGK7 serta posisi SEMA sebagai pemasok PTU dan SKID, kami melihat kontrak tersebut berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja perseroan,” ujar Christian, dalam keterangan resmi, Kamis (1/10/2026). 

Baca Juga: Pasokan Solar Global Ketat, Pertamina Pastikan Stok Domestik Terjaga

Menurutnya, dengan mempertimbangkan data pembanding industri data center serta ruang lingkup pekerjaan SEMA, potensi penjualan yang dapat diperoleh perusahaan dari proyek tersebut dapat mencapai sekitar Rp 2 triliun.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, SEMA menjelaskan perusahaan memperoleh kontrak terkait proyek Data Center CGK5 dan CGK7 sebagai pemasok PTU (Power Train Unit) dan SKID.  Manajemen menyebut pekerjaan tersebut merupakan proyek berskala sangat besar dan bernilai sangat material bagi pengembangan usaha.

Namun, perusahaan belum mengungkapkan nilai kontrak tersebut kepada publik. Manajemen menyatakan identitas dan rincian profil pemberi kerja, nilai kontrak dan perinciannya, skema pembayaran, struktur biaya, proyeksi internal, serta sejumlah rincian teknis dan jadwal tidak dapat dicantumkan karena bersifat rahasia berdasarkan Non-Disclosure Agreement (NDA) dan ketentuan kontraktual.

SEMA juga menegaskan bahwa perusahaan bukan penyedia seluruh sistem kelistrikan proyek CGK5 dan CGK7. Ruang lingkup pekerjaan SEMA dibatasi pada panel listrik berupa PTU dan SKID serta kewajiban lain yang secara khusus disepakati dalam kontrak.

Menurut Christian, besarnya potensi penjualan SEMA perlu dilihat dari porsi pekerjaan yang menjadi tanggung jawab perseroan dalam rantai pengadaan infrastruktur kelistrikan, bukan hanya dari nilai pembangunan data center secara keseluruhan.

Sebagai gambaran skala industri, SEMA dalam lampiran keterbukaan informasinya mencantumkan sejumlah data center, yakni DCI E2 Surabaya dengan kapasitas daya TI 9 MW, STT Jakarta 1 sebesar 18 MW, DCI JK6 Cibitung sebesar 36 MW, dan NTT Jakarta 3 sebesar 45,6 MW.

Adapun biaya konstruksi yang digunakan sebagai pembanding berada pada kisaran US$ 6,6 juta hingga US$ 11,2 juta per MW untuk kategori low, mid, dan high.

Baca Juga: BASF Bantu Petani Bawang Merah Hadapi Serangan Hama

Berdasarkan benchmark tersebut, perusahaan memberikan ilustrasi biaya pembangunan fasilitas hipotetis berkapasitas 50 MW. Estimasi biaya konstruksinya berada pada kisaran Rp5,90 triliun hingga Rp10,01 triliun, dengan nilai tengah sekitar Rp7,42 triliun menggunakan kurs JISDOR Rp17.877 per dolar AS pada 30 September 2026.

Manajemen SEMA menegaskan, ilustrasi tersebut hanya merupakan gambaran mengenai kebutuhan investasi pembangunan fasilitas data center. Perhitungan bukan merupakan nilai investasi proyek CGK5 atau CGK7 maupun nilai kontrak perusahaan.

Dengan estimasi penjualan sekitar Rp 2 triliun, perhatian berikutnya berada pada kemampuan SEMA mengonversi tambahan pendapatan tersebut menjadi laba. Christian memperkirakan laba bersih perusahaan dapat mencapai sekitar Rp 200 miliar pada 2027 apabila kontrak terealisasi sesuai ekspektasi dan margin pekerjaan tetap terjaga.

“Yang menjadi kunci bukan hanya besarnya penjualan, tetapi juga margin kontrak dan pengendalian biaya. Selain itu, timing pengakuan pendapatan dan kebutuhan modal kerja akan menentukan seberapa besar dampaknya terhadap laba bersih,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×