kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

HAKA Auto Optimistis Penjualan BYD Tumbuh pada Semester II-2026


Minggu, 16 Agustus 2026 / 18:58 WIB
HAKA Auto Optimistis Penjualan BYD Tumbuh pada Semester II-2026
ILUSTRASI. HAKA Auto optimistis dengan perluasan jaringan dealer, penjualan BYD dapat menguat di semester II-2026 (DOK/HAKA Auto)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. HAKA Auto optimistis permintaan kendaraan listrik BYD masih akan tumbuh pada semester II 2026. Perluasan jaringan dealer, semakin beragamnya pilihan model, serta meningkatnya pemahaman konsumen terhadap kendaraan listrik menjadi sejumlah faktor pendukung.

CEO HAKA Auto atau PT Bumi Hijau Motor Hariyadi Kaimuddin mengatakan, perkembangan penjualan BYD di jaringannya sepanjang semester I 2026 menunjukkan tren positif. 

Pertumbuhan tidak hanya berasal dari Jabodetabek, tetapi mulai merata ke sejumlah wilayah seiring bertambahnya jaringan dealer dan edukasi kendaraan listrik.

HAKA Auto bilang, wilayah operasionalnya menjadi tiga kawasan, yakni West yang mencakup Jabodetabek dan Jawa Barat, Central yang mencakup Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta East yang meliputi Kalimantan dan Sulawesi.

Baca Juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik 9,16 Juta Perjalanan Wisatawan Indonesia

"West masih menjadi salah satu region dengan volume penjualan yang paling besar karena ekosistem kendaraan listrik di wilayah tersebut sudah lebih matang. Namun, yang menarik adalah perkembangan Central dan East yang menunjukkan pertumbuhan dan respons konsumen yang semakin positif," kata Hariyadi kepada Kontan, Minggu (16/8).

Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan pasar kendaraan listrik mulai meluas di luar kota-kota besar di Pulau Jawa. HAKA Auto melihat peluang pertumbuhan yang semakin besar di kota tier 2 dan tier 3.

Dari sisi produk, BYD Atto 1 masih menjadi salah satu kontributor penjualan terbesar di seluruh wilayah. Sementara itu, karakteristik permintaan berbeda di setiap wilayah.

Di kawasan West, konsumen memiliki pilihan model yang lebih beragam, mulai dari Atto 3, Dolphin, Seal, Sealion 7 hingga M6. 

Konsumen di wilayah tersebut dinilai semakin familiar dengan teknologi kendaraan listrik dan mempertimbangkan aspek teknologi, performa, kenyamanan hingga gaya hidup.

Adapun di wilayah Central, kendaraan keluarga yang praktis dan nyaman mendapat respons lebih kuat. BYD M6 menjadi salah satu model yang dinilai memiliki prospek di kawasan tersebut.

Baca Juga: Dorong Hilirisasi, PTPN III Mengembangkan 10.000 Hektare Lahan Ubi Kayu

Sementara itu, di wilayah East, faktor mobilitas dan kondisi geografis menjadi pertimbangan konsumen. HAKA Auto melihat BYD M6 dengan teknologi Dual Mode atau DM berpotensi memperluas penetrasi elektrifikasi, terutama di wilayah yang infrastruktur pengisian daya kendaraan listriknya masih terbatas.

"Teknologi ini memberikan solusi untuk masyarakat yang ingin merasakan keuntungan dan kenyamanan menggunakan EV sekaligus menghilangkan kekhawatiran jika harus bepergian jarak jauh ke daerah dengan fasilitas charging terbatas," ujar Hariyadi.

Optimisme HAKA Auto juga ditopang oleh semakin matangnya pasar kendaraan listrik. Menurut Hariyadi, konsumen kini tidak lagi sekadar mempertanyakan apakah kendaraan listrik dapat digunakan sehari-hari.

Konsumen mulai mempertimbangkan efisiensi, biaya kepemilikan, teknologi, kenyamanan, serta kesesuaian model dengan kebutuhan mereka.

"Artinya, pasar sudah memasuki tahap yang lebih mature. Kami optimistis semester II akan menjadi periode yang baik bagi pertumbuhan kendaraan listrik, terutama ketika penetrasi produk semakin luas dan jaringan HAKA Auto semakin dekat dengan konsumen," katanya.

Kinerja HAKA Auto tersebut berlangsung di tengah penguatan pasar BEV nasional. Berdasarkan data wholesales Gaikindo, BYD mencatat penjualan 6.569 unit pada Juli 2026, melonjak 48,3% dibandingkan bulan sebelumnya. BYD juga naik ke posisi ketiga merek dengan penjualan terbanyak pada Juli 2026.

Baca Juga: PHR Catat Sumur di Lapangan Manggala South Tambah Pasokan Minyak 2.128 BOPD

Sementara itu, BYD Atto 1 menjadi BEV terlaris pada Juli 2026 dengan distribusi sebanyak 4.233 unit. Angka tersebut menjadikan Atto 1 sebagai satu-satunya mobil listrik berbasis baterai yang mencatat distribusi lebih dari 4.000 unit dalam satu bulan.

Hariyadi menjelaskan, prospek pasar akan semakin terbuka seiring beroperasinya pabrik BYD di Subang. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya mendukung produksi model yang saat ini diminati konsumen, tetapi juga berpotensi menghadirkan model baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×