kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.831   3,00   0,02%
  • IDX 8.102   70,04   0,87%
  • KOMPAS100 1.141   9,49   0,84%
  • LQ45 826   5,33   0,65%
  • ISSI 287   3,30   1,16%
  • IDX30 429   2,79   0,65%
  • IDXHIDIV20 516   3,07   0,60%
  • IDX80 128   1,09   0,86%
  • IDXV30 141   1,39   1,00%
  • IDXQ30 140   0,74   0,53%

Hingga Februari, ekspor kopi capai 22.000 ton


Selasa, 13 Maret 2018 / 14:41 WIB
Hingga Februari, ekspor kopi capai 22.000 ton
ILUSTRASI. MENJEMUR BIJI KOPI KUALITAS EKSPOR


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini ekspor kopi diprediksi meningkat seiring dengan produksi yang semakin membaik. Namun, hingga Februari 2018 ekspor kopi baru sekitar 20.000 ton-22.000 ton.

"Ekspor kopi sampai saat ini masih lambat karena panen belum dimulai," ujar Moelyono Soesilo, Ketua Departemen Specialty & Industri BPP Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) kepada Kontan.co.id, Selasa (13/3).

Moelyono memperkirakan ekspor kopi akan meningkat setelah lebaran atau sekitar Juli. Dia bilang, saat ini panen kopi tengah berlansung. Namun, puncak panen akan berlansung pada Juli-September.

Sampai saat ini, pasar ekspor Indonesia masih didominasi oleh Jepang, Jeman, Amerika Serikat, Italia, Malaysia, dan beberapa negara lain. 

Moelyono mengatakan, negara-negara tersebut adalah negara yang biasa membeli kopi Indonesia.

Sepanjang tahun ini, ekspor kopi diperkirakan akan mencapai 420.000 ton-450.000 ton. Angka ini naik sekitar 15%-18% dibanding tahun lalu.

Sementara itu, produksi kopi diperkirakan terus membaik. Tahun ini produksi kopi diperkirakan meningkat sekitar 10%-15% menjadi 690.000 ton-720.000 ton. Perbaikan produksi ini diakibatkan cuaca yang mendukung waktu pembungaan dan musim hujan yang tidak ekstrim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×