kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hingga Semester I, Ulima Nitra Tbk (UNIQ) Serap Capex Rp 124,2 Miliar


Rabu, 02 Agustus 2023 / 20:51 WIB
Hingga Semester I, Ulima Nitra Tbk (UNIQ) Serap Capex Rp 124,2 Miliar
ILUSTRASI. Aktivitas perusahaan jasa pertambangan?PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ).


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 124,28 miliar di semester I-2023 atau mencapai 77,7% dari total anggaran tahun ini.

Realisasi tersebut diharapkan berdampak positif terhadap laju bisnis di tahun ini.
 
"Sebanyak 97,07% digunakan untuk pembelian unit baru serta melakukan general overhaul (GOH) terhadap unit yang lama agar mampu meningkatkan kapasitas produksi operasional," kata Direktur Ulima Nitra Ulung Wijaya, dalam keterangannya, Rabu (2/8).
 
Ulung menambahkan, saat ini perseroan tengah menjajaki kontrak baru untuk jasa pertambangan di Muara Enim, Sumatra Selatan dan Jambi. 

Baca Juga: Pendapatan Trimegah Bangun Persada (NCKL) Tumbuh 88,74% di Semester I 2023

Di sisi lain, hingga akhir tahun UNIQ memasang target penjualan sebesar Rp 500 miliar.

"Kontribusi penjualan paling besar berasal dari bisnis jasa pertambangan sekitar 75% dari total omzet. Dan kami manajemen optimistis bisa merealisasikan target tersebut, sesuai dengan kondisi yang bakal terjadi," tuturnya.

Lebih lanjut, sepanjang semester I-2023, UNIQ telah mencatatkan perolehan laba bersih mencapai 81% dari total laba bersih setahun penuh di 2022. Selain laba bersih, penjualan dan pendapatan usaha UNIQ juga ikut mengalami peningkatan sebanyak 49% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
 
Sedangkan untuk total aset perseroan mencatatkan kenaikan sebanyak 23%. Peningkatan aset ditopang peningkatan aset lancar sebesar 28% dan aset tidak lancar sebesar 19%. 

Ia menyatakan siap menjaga momentum kenaikan laba bersih hingga akhir tahun. Apalagi, tambahnya, menjelang akhir tahun diyakini akan terjadi kenaikan harga batu bara sehingga menjadi peluang tersendiri bagi bagi perseroan dalam meningkatkan kinerja keuangan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×