kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.038   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.157   108,68   1,54%
  • KOMPAS100 988   16,38   1,69%
  • LQ45 726   9,72   1,36%
  • ISSI 255   3,97   1,58%
  • IDX30 393   4,68   1,20%
  • IDXHIDIV20 488   1,02   0,21%
  • IDX80 111   1,74   1,58%
  • IDXV30 135   -0,12   -0,09%
  • IDXQ30 128   1,23   0,97%

HKI: Pengembang perlu perhatikan potensi daerah


Sabtu, 06 Juli 2019 / 06:51 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengembangkan 18 kawasan industri di luar Jawa. Pengembangan ini untuk mendorong pemerataan infrastruktur dan ekonomi di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar, mengatakan sejauh ini perkembangannya kedelapan belas wilayah tersebut beragam, ada yang masih pembebasan lahan sementara ada yang sudah mulai investasi, seperti kawasan industri Morowali, di Sulawaesi Tengah.

"Kawasan itu sudah lumayan berkembang ya karena ada smelter di sana," kata Sanny  ketika dihubungi Kontan.co.id, Jumat (5/7).

Sunny melihat perkembangan suatu kawasan industri tidak terlepas dari investor yang terlibat dalam pengembangannya. Lebih lanjut ia menilai, investor dari China di kawasan industri Morowali mampu melihat potensi sekaligus memanfaatkan sumber daya alam di sana.

Penting bagi pengembang untuk dapat melihat potensi  yang bisa dikelola atau dikembangkan di suatu kawasan. Hal itu sekaligus menjadi tantangan ketika mengembangkan industri di kawasan luar pulau Jawa.

"Kombinasi bagaimana melihat produksi di daerah, apa yang menonjol di daerah tersebut, potensi yang bisa mendatangkan investor atau mitra strategis dalam mengembangkan kawasan industri itu," jelasnya lagi.

Sunny melihat, biasanya kawasan industri yang dikembangkan oleh pemerintah seprti BUMN atau Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki kendala ini. Sehingga, menurutnya ada baiknya pengembang menjalin kerjasama dengan pihak yang memang punya kemampuan dalam mengembangkan industri.

Sekadar informasi, dari 18 kawasan industri di luar Jawa, saat ini ada 8 kawasan industri dalam tahap konstruksi. Sementara  10 lainnya masih tahap perencanaan. Adapun 18 kawasan itu berada di  Lhoukseumawe, Ladong, Medan, Tanjung Buton, Landak, Maloy, Tanah Kuning, dan Bitung. Selanjutnya di Kuala Tanjung, Kemingking, Tanjung Api-api, Gandus, Tanjung Jabung, Tanggamus, Batulicin, Jorong, Buli, dan Teluk Bintuni.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×