kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

ID FOOD Restrukturisasi Utang Rp 3,5 Triliun


Selasa, 10 Oktober 2023 / 16:45 WIB
ID FOOD Restrukturisasi Utang Rp 3,5 Triliun
ILUSTRASI. PT Rajawali Nusantara Indonesia atau ID FOOD sebagai holding BUMN Pangan tengah meresrtrukturisasi utang sebesar Rp 3,5 triliun.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Rajawali Nusantara Indonesia atau ID FOOD sebagai holding BUMN Pangan tengah meresrtrukturisasi utang sebesar Rp 3,5 triliun.

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengungkapkan, pasca pembentukan holding, besaran utang perusahaan mencapai Rp 8,5 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 3,5 triliun kini tengah direstrukturisasi.

"Yang kita restrukturisasi Rp 3,5 triliun terutama di anak-anak perusahaan, PT PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia dengan teman-teman Himbara," kata Frans dalam Acara Ngopi BUMN, Selasa (10/10).

Baca Juga: Pastikan Produksi Padi di Tengah El Nino, Jokowi Tinjau Panen Benih Unggul ID FOOD

Frans menjelaskan, ID FOOD menargetkan dalam tahun ini kesepakatan penjadwalan ulang pembayaran utang dengan tenor jangka panjang dapat ditandatangani.

Upaya memperbaiki utang dilakukan pasca pengalihan saham 5 BUMN sektor pangan ke PT RNI pada Januari tahun lalu.

Lima perusahaan yang sahamnya dialihkan antara lain PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, PT Sang Hyang Seri, PT Perikanan Indonesia, PT Berdikari dan PT Garam.

Di sisi lain, Komisi XI DPR RI menyetujui pelaksanaan penyertaan modal negara (PMN) non tunai tahun anggaran 2023 berupa konversi piutang sebesar Rp 2,56 triliun kepada ID FOOD pada September lalu.

Frans menjelaskan, persetujuan ini sangat membantu keuangan perusahaan.

"Ini sangat membantu memperbaiki fundamental keuangan kita sehingga mempengaruhi kapasitas kita untuk melakukan pendanaan dengan pihak lain," pungkas Frans.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×