Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajemen PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), pemegang lisensi IKEA di Indonesia memastikan bisnis tetap berjalan normal dan stabil di tengah dinamika industri ritel global.
Head of Corporate Communications and Affairs DFI Retail Nusantara, Diky Risbianto menyampaikan bahwa hingga saat ini operasional IKEA Indonesia tidak mengalami gangguan akibat kebijakan global yang memangkas 800 karyawan.
“Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini kegiatan bisnis dan operasional IKEA di Indonesia tetap berjalan normal dengan fokus pada penguatan layanan pelanggan,” ungkap Diky, kepada Kontan.co.id, Minggu (29/3/2026).
Lebih lanjut, perusahaan juga belum melihat adanya kebutuhan untuk melakukan penyesuaian tenaga kerja di dalam negeri sebagai imbas dari langkah efisiensi global tersebut.
Baca Juga: Penjualan AC Sharp Melonjak 10% pada Kuartal II-2026, Siap Hadapi El Nino
Di tengah tekanan industri ritel global, kinerja IKEA Indonesia sepanjang 2025 diklaim tetap menunjukkan ketahanan yang cukup baik. Perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan yang didukung oleh peningkatan jumlah pengunjung serta berbagai inisiatif bisnis yang dijalankan.
“Secara umum, bisnis masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik, didukung oleh peningkatan traffic pelanggan dan berbagai inisiatif yang kami hadirkan untuk pelanggan,” paparnya.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan tersebut, IKEA Indonesia terus mengembangkan berbagai strategi bisnis. Diky mengungkap, fokus utama diarahkan pada peningkatan pengalaman pelanggan di seluruh titik interaksi, penguatan kanal digital dan e-commerce, serta pengembangan format toko yang lebih fleksibel.
“Strategi kami fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan di seluruh touchpoints, penguatan kanal digital dan e-commerce, pengembangan format toko yang lebih fleksibel dan relevan,” sebutnya.
Di sisi lain, lini kuliner atau IKEA Food juga semakin berperan dalam menarik minat pengunjung. Kehadiran restoran, bistro, dan kafe di dalam gerai dinilai mampu meningkatkan traffic sekaligus memperkaya pengalaman berbelanja konsumen.
“Kami juga menyambut baik antusiasme pelanggan terhadap berbagai pilihan produk kuliner yang kami hadirkan di Resto, Bistro, dan Café IKEA Indonesia,” sebut Diky.
Memasuki 2026, HERO mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) secara selektif. Investasi difokuskan pada peningkatan kapabilitas omnichannel, pemeliharaan serta optimalisasi aset toko, dan penguatan infrastruktur teknologi operasional.
Manajemen pun tetap optimistis meskipun tantangan global dan domestik masih membayangi. Dengan strategi yang adaptif, IKEA Indonesia diyakini masih memiliki peluang untuk tumbuh secara berkelanjutan.
“Kami optimistis melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka meskipun tantangan global dan domestik masih berlanjut. Dengan strategi bisnis yang solid dan strategi yang adaptif, IKEA Indonesia berkomitmen untuk terus berkembang secara berkelanjutan,” tandasnya.
Mengutip laporan keuangan, HERO tercatat membukukan pendapatan sebesar Rp 4,84 triliun pada 2025, naik 6,69% dibandingkan Rp 5,54 triliun di tahun sebelumnya.
Perusahaan juga berhasil membalik kerugian Rp 5,58 miliar pada 2024, menjadi laba bersih sebesar Rp 160,33 miliar di sepanjang 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













