kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Penjualan AC Sharp Melonjak 10% pada Kuartal II-2026, Siap Hadapi El Nino


Minggu, 29 Maret 2026 / 17:40 WIB
Penjualan AC Sharp Melonjak 10% pada Kuartal II-2026, Siap Hadapi El Nino
ILUSTRASI. Sharp Gelar Penjualan Produk AC dan Pengatur Udara Terbaru (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Zendy Pradana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sharp Electronics Indonesia mengaku optimis penjualan Air Conditioner (AC) mengalami peningkatan ketika kondisi cuaca memasuki musim kemarau akjbat El Nino. Kebutuhan alat listrik rumah tangga berupa AC akan sangat dibutuhkan di saat ketika suhu panas meningkat akibat cuaca.

Senior General Manager National Sales Sharp Electronics Indonesia, Andri Adi Utomo menjelaskan bahwa tren penjualan AC optimis akan meningkat ditengah ancaman kondisi cuaca El Nino. 

Sebab, kondisi cuaca ekstrem tersebut juga termasuk dalam strategi tren penjualan pada Kuartal II-2026.

"Sharp tetap optimis penjualan AC pada Kuartal II akan mengalami pertumbuhan, seiring dengan potensi pasar dan prediksi musim kemarau panjang akibat El Nino. Kebutuhan akan AC diperkirakan meningkat signifikan, terutama di area dengan suhu panas yang lebih ekstrem," ujar Andri Adi Utomo kepada Kontan, Minggu (29/3/2026).

Baca Juga: SHARP Optimis Tren Penjualan Alat Elektronik Meningkat 3% pada Kuartal II-2026

Andri menjelaskan bahwa pada Kuartal II-2026 SHARP menargetkan pertumbuhan 10% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Dengan begitu, strateginya adalah menghadirkan produk-produk baru dengan teknologi yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, sekaligus menjaga keseimbangan antara daya saing harga dan kualitas produk.

Andri tak lupa dengan adanya sejumlah tantangan eksternal yang harus dihadapinya. Salah satunya adalah kondisi geopolitik di Timur Tengah (Timteng).

"Kenaikan harga crude oil berdampak langsung pada meningkatnya biaya bahan baku serta freight cost," kata Andri.

Baca Juga: Sharp Klaim Penjualan Elektronik Q1-2026 Tumbuh 10%, Berbeda Prediksi Perprindo

Selanjutnya, Andri juga melihat harga tembaga yang masih berada di level tinggi juga menjadi faktor penting, mengingat komponen ini merupakan material utama dalam produksi AC. 

Kombinasi faktor-faktor tersebut memberikan tekanan pada struktur biaya industri dan berdampak pada naiknya harga jual.

Namun, SHARP tetap menggandeng komunitas teknisi AC melalui program insentif, dan memberikan pelatihan teknis standar SHARP kepada para installer luar guna memastikan kualitas pemasangan unit. 

Hal itu menjadi salah satu straregi yang telah dijalankan untuk meningkatkan penjualan pada Kuartal II-2026.

Baca Juga: Strategi Sharp Indonesia Genjot Penjualan Produk Elektronik pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×