kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Impor AC masih bermasalah, Gabel : Kemarin kontainer, sekarang kapal


Senin, 22 Februari 2021 / 19:34 WIB
ILUSTRASI. Impor AC masih bermasalah, Gabel : Kemarin kontainer, sekarang kapal


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Importir air conditioner (AC)masih mengalami hambatan importasi. Hal tersebut terjadi dari sisi kapal setelah sebelumnya terhambat akibat persoalan kontainer.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) Daniel Suhadirman menyebutkan terkait kelangkaan kontainer sebetulnya saat ini sudah teratasi. "Namun, kali ini suplai kapal yang kurang sehingga jadwal impor semua masih terganggu," ujarnya kepada kontan.co.id, Senin (22/2).

Padahal, pihaknya memproyeksikan tahun ini pasar AC di Indonesia mencapai 1,8 juta hingga 1,9 juta unit. Angka tersebut tumbuh dari tahun lalu sebanyak 1,7 juta unit.

Baca Juga: Ini penyebab pasokan AC Sharp Electronics masih terganggu di awal 2021

Karenanya, ia berharap pemerintah Indonesia juga mampu untuk menggenjot konsumsi masyarakat. "Karena kami tergantung konsumsi juga. Jadi, kalau masyarakat belanja itu menggulirkan aktivitas produksi kami juga," lanjutnya.

Dari sisi permintaan pada Januari 2021 dibandingkan kuartal IV-2020, Daniel bilang sudah tumbuh lebih baik. Ia menyebutkan permintaan di Januari saja sudah 90% dari penjualan normal. Sementara, kuartal IV-2020 sebesar 80% dari penjualan kondisi normal.

Kendati begitu, di Februari ini pihaknya mendapatkan sentimen negatif dengan situasi kondisi cuaca yang terjadi saat ini. Akibatnya, pihaknya mencatat kembali terjadi penurunan permintaan kembali. Sayang, ia belum memiliki data keseluruhan terkait penurunan yang terjadi akibat kondisi cuaca ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×