kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.801   -29,00   -0,17%
  • IDX 8.250   118,21   1,45%
  • KOMPAS100 1.166   20,12   1,76%
  • LQ45 838   8,68   1,05%
  • ISSI 294   5,69   1,97%
  • IDX30 434   3,54   0,82%
  • IDXHIDIV20 518   -0,72   -0,14%
  • IDX80 130   2,10   1,64%
  • IDXV30 142   0,90   0,64%
  • IDXQ30 140   -0,13   -0,09%

Impor jagung di tahun ini diproyeksi 3,5 juta ton


Senin, 06 Januari 2014 / 14:04 WIB
Impor jagung di tahun ini diproyeksi 3,5 juta ton
ILUSTRASI. Penyebab Vaginismus yang Harus Segera Anda Sadari


Reporter: Handoyo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Impor jagung untuk industri pakan ternak tahun ini diproyeksi meningkat. Berdasarkan perhitungan Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GPMT), impor jagung tahun 2014 diprediksi mencapai 3,5 juta ton atau meningkat 12,9% dibanding tahun lalu sekitar Rp 3 juta ton-3,1 juta ton.

Desianto Budi Utomo, Sekjen (GPMT) mengatakan, peningkatan volume impor jagung ini dikarenakan produksi jagung dalam negeri yang tidak membaik karena cuaca yang tidak mendukung. "Kelihatannya tahun ini cuaca tidak bersahabat masih terus berlanjut," kata Desianto, Senin (6/1).

Volume impor jagung yang dilakukan oleh industri pakan ternak tersebut melebihi rekomendasi menteri pertanian yang mengharapkan impor jagung pada tahun 2013 lalu hanya 1,5 juta ton.

Desianto bilang, impor jagung tersebut terpaksa dilakukan lantaran suplai yang terbatas sehingga harga melambung hingga Rp 3.500 per kilogram (kg)-Rp 3.600 per kg.

Bila dibandingkan dengan impor jagung pada tahun 2012 sebelumnya, impor jagung tahun lalu mengalami lonjakan cukup signifikan. Catatan saja, tahun 2012 realisasi impor jagung untuk industri pakan ternak hanya sebanyak 1,7 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×