kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Impor sepeda kembali, produsen sepeda lokal tetap fokus ke bisis


Senin, 09 November 2020 / 18:03 WIB
Impor sepeda kembali, produsen sepeda lokal tetap fokus ke bisis
ILUSTRASI. Impor sepeda


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) mengungkapkan pada November 2020 Indonesia akan kembali dibanjiri dengan sepeda impor. Adapun sepeda yang masuk ke Tanah Air rata-rata dari segmen  murah dan menengah dengan rincian harga, produk murah senilai Rp 1 juta - Rp 2 juta dan menengah seharga Rp 2,5 juta - Rp 5 juta. 

Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan mengatakan kembali masuknya sepeda dari luar negeri bisa menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri lokal khususnya yang bermain di segmen sepeda murah. 

"Penting sekali bagi produsen sepeda lokal untuk melakukan pendekatan brand karena pertimbangan orang membeli tidak hanya karena harganya yang murah saja, tetapi juga memilih karena melihat kualitas barangnya," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (9/11). 

Baca Juga: Aktivitas gowes makin ngetren, sejumlah produsen sepeda bakal ekspansi pabrik

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Roda Maju Bahagia, Hendra menjelaskan kuota impor yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah membuat kondisi kembali seperti semula. 

"Menurut kami masih belum ada efek ke perusahaan karena sekarang pembeli lebih selektif dan teliti, jadi kalau memang importir main di harga, masyarakat juga lebih pintar melihat dari sisi kualitas dan model sepeda," jelasnya. 

Maka dari itu, meskipun Roda Maju Bahagia berencana untuk tetap menyasar segmen menengah (harga sepeda di kisaran Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta) hingga akhir tahun nanti, Hendra mengatakan perusahaan tetap berusaha mengeluarkan model baru dan tetap menjaga kualitas. 

Di saat yang sama, produsen sepeda merek Element ini juga akan lebih memahami apa yang dicari oleh pasar. Hendra bilang ada tiga fokus yang akan didalami oleh Roda Maju Bahagia yakni sepeda dengan desain yang berbeda, kualitas yang baik, dan harga tetap rasional.

"Urusan kompetitor, kami tidak mau pikir apa tindakan mereka. Kami hanya fokus apa yang kami punya saja," tegas Hendra. 

Tidak jauh berbeda,  Direktur Utama PT Insera Sena produsen sepeda merek Polygon, William Gozali menjelaskan pasar Polygon sebenarnya cukup luas karena varian produknya juga banyak sehingga importasi sepeda pasti akan memberikan tantangan. 

Baca Juga: Waduh, permintaan sepeda turun 30% pada Agustus-Oktober 2020

"Tapi tantangan karena importasi sepeda ini bukan fokus kami karena fokus Insera Sena saat ini adalah kembali kepada kesediaan barang di jalur distribusi sehingga konsumen bisa mendapatkan pilihan yang sesuai dengan keinginan," ujar William. 

Adapun sampai dengan akhir tahun ini, William melihat permintaan sepeda masih bisa dikatakan cukup cerah dengan makin banyak masyarakat yang sadar dengan kesehatan. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum berani ke pusat perbelanjaan sehingga masyarakat bersepeda sebagai hiburan.

 

Selanjutnya: Siap-siap, banjir impor sepeda bakal terjadi di bulan ini

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×