kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Inalum kaji rencana bergabungnya Krakatau Steel (KRAS) dalam holding pertambangan


Jumat, 06 September 2019 / 18:18 WIB
ILUSTRASI. Pabrik pengolahan aluminium PT Inalum


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam tujuh tahun terakhir, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus merugi. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dikabarkan menjadi salah satu perusahaan yang bakal membenahi keuangan Krakatau Steel.

KRAS kabarnya bakal masuk dalam holding BUMN pertambangan yang dipimpin Inalum. Akan tetapi, hingga saat ini proses kajian untuk hal ini belum juga rampung.

Head of Corporate Communication Inalum Rendi Witular menyampaikan, rencana KRAS yang bakal bergabung holding BUMN pertambangan masih dalam proses kajian. "Masih dalam kajian, banyak hal (yang harus dibahas)," ungkapnya, Jumat (6/9).

Baca Juga: Tertunda lama, KRAS mulai produksi baja komersial dari hasil blast furnace

Bahkan ia belum dapat menyebutkan kapan target proses kajian ini akan selesai. Yang terang banyak aspek yang harus mereka bahas tak terkecuali aspek keuangan. "Masih dalam proses pengerjaan," imbuhnya.

Jika rencana ini terealisasi, nantinya Inalum akan memiliki empat anak usaha. Sebelumnya Inalum membawahi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×