kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Inalum kaji rencana bergabungnya Krakatau Steel (KRAS) dalam holding pertambangan


Jumat, 06 September 2019 / 18:18 WIB
ILUSTRASI. Pabrik pengolahan aluminium PT Inalum


Reporter: | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam tujuh tahun terakhir, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) terus merugi. PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dikabarkan menjadi salah satu perusahaan yang bakal membenahi keuangan Krakatau Steel.

KRAS kabarnya bakal masuk dalam holding BUMN pertambangan yang dipimpin Inalum. Akan tetapi, hingga saat ini proses kajian untuk hal ini belum juga rampung.

Head of Corporate Communication Inalum Rendi Witular menyampaikan, rencana KRAS yang bakal bergabung holding BUMN pertambangan masih dalam proses kajian. "Masih dalam kajian, banyak hal (yang harus dibahas)," ungkapnya, Jumat (6/9).

Baca Juga: Tertunda lama, KRAS mulai produksi baja komersial dari hasil blast furnace

Bahkan ia belum dapat menyebutkan kapan target proses kajian ini akan selesai. Yang terang banyak aspek yang harus mereka bahas tak terkecuali aspek keuangan. "Masih dalam proses pengerjaan," imbuhnya.

Jika rencana ini terealisasi, nantinya Inalum akan memiliki empat anak usaha. Sebelumnya Inalum membawahi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×