kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.889.000   43.000   2,33%
  • USD/IDR 16.799   5,00   0,03%
  • IDX 6.268   13,68   0,22%
  • KOMPAS100 894   2,33   0,26%
  • LQ45 705   -2,31   -0,33%
  • ISSI 194   1,19   0,62%
  • IDX30 371   -1,92   -0,52%
  • IDXHIDIV20 448   -2,97   -0,66%
  • IDX80 101   0,12   0,12%
  • IDXV30 106   0,39   0,37%
  • IDXQ30 122   -1,33   -1,08%

Indo Tambang Raya: Pemanfaatan FABA sebagai praktik menjaga kelestarian lingkungan


Rabu, 31 Maret 2021 / 16:56 WIB
Indo Tambang Raya: Pemanfaatan FABA sebagai praktik menjaga kelestarian lingkungan
ILUSTRASI. Kaltim Prima Coal


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Direktur Indo Tambang Raya (IRT) Peter Wijaya menyambut baik upaya pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) sebagai produk bernilai ekonomi di masa mendatang. Selain itu, pihaknya juga menekankan pemanfaatan FABA sebagai praktik baik dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Bagi kami, yang terpenting dari prinsip pemanfaatan FABA adalah keekonomian yang mensejahterakan masyarakat, dan perhatian terhadap aspek lingkungan yang kita harus jaga kelestariannya," ungkap Peter kepada Kontan, Rabu (31/3).

Adapun mengenai pemanfaatan FABA lebih lanjut, IRT bakal melakukan kajian teknis dan riset sebagai acuan pemanfaatan yang tepat. Langkah tersebut pastinya juga akan mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi masyarakat umum, terutama di Cilegon dan di wilayah area pembangkit milik anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tersebut. 

Baca Juga: Perusahaan penghasil FABA berlomba lakukan kajian pemanfaatan maksimal

Terkait pemanfaatan FABA dari aspek lingkungan, Peter menggaris bawahi dan buktikan penggunaan teknologi USC dan implementasi teknologi SCR yang pertama di Indonesia serta teknologi lainnya, menjadi upaya tegas IRT dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. "Jadi pemanfaatan FABA sudah pasti akan mengacu ke praktik-praktik terbaik dalam hal kelestarian lingkungan hidup," tandasnya.

Meskipun begitu, Peter mengungkapkan kalau pihaknya belum bisa berbicara banyak soal implikasi Permen yang rencananya akan diterbitkan tersebut, begitu juga dengan rencana IRT dalam pemanfaatan FABA ke depan. Namun sudah dia menilai sudah semestinya dunia usaha menanggapi positif dikeluarkannya FABA dari kategori limbah B3. 

Selanjutnya: Kaltim Prima Coal (KPC) akan manfaatkan 30.000 ton FABA tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×