kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Indonesia berpotensi tambah cadangan migas 643 juta barel setara minyak


Minggu, 09 September 2018 / 18:26 WIB
Indonesia berpotensi tambah cadangan migas 643 juta barel setara minyak
ILUSTRASI. Ilustrasi Opini - Skema Gross Split & Migas Nonkonvensional

Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) terus berusaha menambah cadangan migas Indonesia. Salah satu caranya dengan menyetujui Plan of Development (POD) sejumlah proyek migas.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher mengatakan, hingga Agustus 2018 SKK Migas sudah menyetujui 35 POD dan optimasi POD. Totalnya akan ada tambahan cadangan migas sebesar 643 juta barrels oil equivalent (BOE) atau barel setara minyak.


Wisnu bilang ada beberapa POD proyek migas yang akan menyumbang cadangan migas cukup besar. Beberapa diantaranya adalah POD Merakes dan POD Asap Merah Kido.

"Sampai dengan Agustus 2018, POD dua terbesar, POD Merakes dan POD Asap Merah Kido (AMK). Total keduanya sekitar 410 juta BOE. POD lainnya yang di bawah 50 juta BOE, antara lain POD North Sisi dan North Nubi, POD Sinamar, dan POD Kujung Gas," jelas Wisnu kepada Kontan.co.id, Jumat (7/9).

Lebih lanjut Wisnu bilang hingga akhir tahun akan ada 12 POD lagi yang ditargetkan bisa selesai. Dengan begitu akan ada tambahan cadangan sekitar 125 juta BOE hingga akhir tahun 2018. "Sehingga selama 2018 diperkirakan ada 47 POD baru dengan tambahan cadangan sekitar 768 juta BOE," imbuh Wisnu.

Dengab adanya penambahan cadanga migas tersebut, Wisnu bilang Indonesia nantinya akan memiliki reserve replacement ratio (RRR) 98% atau satu barel minyak diproduksi akan ada cadangan minyak 0.98 barel.

"Kalau kita lihat RRR-nya, kumulatif produksi hari ini hingga akhir tahun, kita di 98% jadi hampir 1:1. Jadi 1 barel kita ambil kita kembalikan 0,98 barel. Jadi sudah cukup tinggi," jelas Wisnu.



Video Pilihan

TERBARU

×