kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini (24/10), Segini Volumenya


Sabtu, 24 Oktober 2026 / 10:09 WIB
Indonesia Kurangi Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini (24/10), Segini Volumenya
ILUSTRASI. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memangkas volume ekspor gas bumi dari Indonesia ke Singapura mulai Sabtu, (24/10/2026).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan pengurangan pasokan gas ke Singapura tersebut berasal dari Natuna dan wilayah kerja (WK) Jambi Merang di Sumatra dengan volume masing-masing 15 miliar Unit Termal Inggris per hari (BBUTD) dan 16 BBUTD.

"Mulai besok (Sabtu, 24 Oktober 2026 hari ini) kita kurangi gas ke Singapura dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatera 16 BBTUD," beber Djoko saat ditemui di The Westin Jakarta, Jumat (23/10/2026) malam.

Baca Juga: Wamen ESDM: Rasio Elektrifikasi Nasional Capai 99,8%

Djoko bilang keputusan pemangkasan ekspor ini dilakukan ke Singapura karena pipa ekspor hanya terhubung langsung ke Negeri Singa. "Iya (hanya Singapura), enggak ada (negara lain). Pipanya kan ke Singapura saja," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia telah mengungkap pemerintah akan mengkaji ulang alokasi ekspor gas untuk memaksimalkan porsi kebutuhan domestik.

Langkah ini salah satunya ditujukan untuk mendukung percepatan hilirisasi petrokimia nasional yang disiapkan pemerintah.

Baca Juga: DP 0% Kredit Motor Diharapkan Bisa Menopang Permintaan di Tengah Pelemahan Daya Beli

Saat ini, dari total produksi gas bumi, Bahlil bilang alokasi ekspor masih sebesar 30%.

"Masih ada kurang lebih sekitar 30% untuk ekspor, 70%-nya untuk konsumsi domestik. Karena kita akan mendorong industri hilirisasi petrokimia, bahan bakunya adalah gas, ke depan saya mencoba melakukan pengkajian ulang agar mengoptimalkan konsumsi dalam negeri," terang dia di Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×