kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Indonesia pastikan tidak ada tambahan pasokan gas untuk Singapura


Kamis, 29 September 2011 / 22:13 WIB
ILUSTRASI. Intip saham-saham yang paling banyak diburu asing saat IHSG melesat Senin (23/11)


Reporter: Narita Indrastiti

JAKARTA. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, walaupun ekspor gas akan tetap dilakukan ke Singapura, pemerintah tidak akan menambah pasokan gas melebihi 100 mmbtu. Hal ini karena industri lokal juga berteriak kekurangan gas.

"Untuk yang Singapura, saya katakan tidak boleh ada tambahan baru. Industri kita butuh," tegasnya di Jakarta, Kamis (29/9).

Dia yakin pemerintah Singapura dapat memahami langkah pemerintah yang membatasi pasokan gas itu. "Singapura juga paham bahwa Indonesia perlu gas," ujarnya.

Hatta memastikan, pemerintah tidak ingin memotong pasokan yang sudah disepakati dalam kontrak lama. Jadi, pasokan gas ke Singapura tetap berjalan sesuai kontrak lama. "Kalau ada kontrak yang baru karena tidak bisa ditarik ke Sumatera dan harus ke sana, ya harus dikurangi, di-swap dari Sumatera, dinegosiasikan. Kita tidak bisa memotong sepihak karena itu kontrak lama," ungkapnya.

Sebelumnya, Hatta mengatakan akan menghentikan ekspor gas ke Singapura dan meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membentuk tim melakukan negosiasi ekspor gas ke Singapura. Adapun gas yang diekspor ke Singapura itu berasal dari Natuna blok B yang dioperatori Conoco Philips dan blok Primer Gajah Baru, Natuna.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×