Reporter: Zendy Pradana | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim panas saat ini tengah melanda Indonesia, bahkan puncak musim panas akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2026. Hal ini pun membuat penjualan air conditioner (AC) mengalami peningkatan.
Gabungan Industri Elektronika dan Alat Listrik Rumah Tangga (Gabel) menyatakan bahwa peningkatan tren penjualan AC memang kerap terjadi di musim kemarau, atau selama bulan Juli hingga Agustus.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabel, Daniel Suhardiman menjelaskan bahwa tren penjualan AC diprediksi mengalami peningkatan 10%-20% selama bulan Juli hingga Agustus 2026, dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: 7% Wilayah Indonesia Ini Sudah Memasuki Musim Kemarau
"Biasanya ada pertumbuhan sekitar 10% lah kurang lebih begitu, dibandingkan bulan-bulan biasa. 10% sampai 20%," ujar Daniel saat dikonfirmasi Kontan, Rabu (17/6/2026).
Tren peningkatan penjualan AC di bulan Juli dan Agustus tidak serta merta karena pengaruh cuaca ekstrem atau el nino. Daniel menyebut kenaikan itu memang seringkali terjadi.
Di sisi lain, Daniel menyebutkan bahwa harga penjualan AC saat ini juga tengah mengalami kenaikan.
Baca Juga: Meluas, Ini 10,4% Wilayah Indonesia yang Sudah Mengalami Musim Kemarau
Kenaikan harga AC dipengaruhi karena pelemahan nilai tukar rupiah dan terkereknya harga bahan baku, seperti tembaga dan alumunium.
"Kalau di pasar paling 5% naiknya. 5 sampai maksimal juga 10%," kata Daniel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













