CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.529   -129,00   -0,73%
  • IDX 6.678   -8,24   -0,12%
  • KOMPAS100 877   0,02   0,00%
  • LQ45 664   -1,33   -0,20%
  • ISSI 234   0,36   0,15%
  • IDX30 369   -2,14   -0,58%
  • IDXHIDIV20 457   -1,61   -0,35%
  • IDX80 100   -0,15   -0,15%
  • IDXV30 127   -0,14   -0,11%
  • IDXQ30 118   -0,39   -0,33%

Indonesia Re Dukung kelompok Pembudidaya Ikan Menuju Kemandirian Pangan


Rabu, 09 September 2026 / 16:23 WIB
Indonesia Re Dukung kelompok Pembudidaya Ikan Menuju Kemandirian Pangan
ILUSTRASI. Pemberdayaan Pembudidaya ikan (Dok/Indonesia Re)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui program TJSL “Indonesia Re Peduli Pangan: Budidaya Ikan Terpadu untuk Kemandirian Pangan”. Program ini dilaksanakan bersama Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Renoma Maju Bersama di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bantuan yang diberikan oleh Indonesia Re kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Renoma Maju Bersama berupa sarana dan prasarana pendukung kegiatan budidaya dan pengolahan ikan, yang meliputi pompa LP 100, pakan ikan, timbangan digital, alat presto, dan freezer. Selain dukungan peralatan, Indonesia Re juga memberikan pembekalan sertifikasi halal bagi produk olahan ikan serta pelatihan pengelolaan dan pengolahan ikan air tawar. Pokdakan Renoma Maju Bersama mulai menjalankan kegiatan budidaya sejak 2019 dengan mengandalkan dana swadaya masyarakat.

Baca Juga: Pemda Halmahera Utara dan NHM Dorong Kemandirian Pangan Melalui Budidaya Nila

Saat ini, Pokdakan Renoma Maju Bersama mengelola empat kolam beton dan 15 kolam fiber yang digunakan untuk membudidayakan sejumlah komoditas, antara lain lele, gurame, nila, serta lobster. Dari total 15 anggota kelompok, sebanyak 10 orang saat ini aktif terlibat dalam kegiatan budidaya. Kelompok juga mulai memberdayakan masyarakat sekitar, termasuk para ibu, dalam kegiatan pengolahan produk ikan seperti pembuatan bumbu racik dan marinasi.

Ketua Pokdakan Renoma Maju Bersama, Zafar Sodiq, mengatakan bahwa pengembangan usaha kelompok masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan sarana produksi, pakan dan vitamin ikan, serta kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan teknis mengenai budidaya ikan air tawar.

“Kebutuhan kami saat ini cukup banyak, mulai dari pakan dan vitamin ikan, alat bantu produksi, hingga pengetahuan mengenai budidaya ikan air tawar yang terus berkembang. Keterbatasan modal swadaya juga membuat kami belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara optimal, termasuk untuk mendukung sertifikasi halal sebagai salah satu penunjang pengembangan penjualan produk,” ujar Zafar, Rabu (9/9/2026).

Meskipun dalam tahap pengengembangan, dengan kapasitas produksi terbatas, Pokdahan Renoma Maju Bersama memiliki potensi untuk terus meningkatkan skala dan produktivitas usahanya. Saat ini, kelompok dapat melakukan panen lele sekitar empat kali dalam satu tahun dengan angka produksi sekitar 50 kilogram setiap panen, atau sekitar 200 kilogram per tahun.

Selain itu, nila dapat dipanen sekitar dua kali dalam setahun dengan produksi sekitar 80 kilogram setiap panen atau sekitar 160 kilogram per tahun. Melihat potensi tersebut, Indonesia Re hadir memberikan dukungan untuk meningkatkan hasil produksi.

Keterbatasan kapasitas produksi tersebut juga membuat pendapatan kelompok masih bersifat fluktuatif dan belum dapat ditetapkan sebagai omzet yang konsisten. Karena itu, dukungan pengembangan sarana budidaya, benih ikan, pakan, serta peningkatan kapasitas menjadi penting untuk membantu kelompok membangun kegiatan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Kepala Divisi TJSL & ESG Indonesia Re, Mardian Adhitya, mengatakan program Indonesia Re Peduli Pangan merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas masyarakat dan penguatan ketahanan pangan lokal.

“Indonesia Re memilih budidaya ikan sebagai salah satu fokus program karena sektor ini memiliki potensi untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. Kami mendorong masyarakat untuk memiliki kapasitas mengelola dan mengembangkan potensi ekonominya secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Mardian.

Program ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan masyarakat, menciptakan peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kemandirian komunitas lokal. Pemberdayaan masyarakat sekitar dalam kegiatan pengolahan hasil perikanan juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program di luar aktivitas budidaya.

Program Indonesia Re Peduli Pangan sejalan dengan komitmen TJSL Indonesia Re dalam mendukung peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat serta kontribusi terhadap ketahanan pangan lokal. Inisiatif ini juga diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui penguatan ketahanan pangan, pekerjaan produktif, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan komunitas yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan Pokdakan Renoma Maju Bersama dapat menjadi model pemberdayaan berbasis potensi lokal yang tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi komunitas yang mandiri dan berkelanjutan di kawasan urban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×