Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan pasar otomotif nasional semakin ramai. Tak hanya merek Jepang, pabrikan asal China mulai menunjukkan taji, salah satunya BYD yang mencatatkan kenaikan penjualan signifikan pada Agustus 2026.
Mengutip data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Rabu (9/9/2026), penjualan BYD secara wholesales pada Agustus mencapai 7.870 unit, naik sekitar 19,8% dibandingkan Juli yang sebanyak 6.569 unit.
Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, wholesales BYD mencapai 37.696 unit dengan pangsa pasar 6,3%.
Baca Juga: 10 Merek Mobil Terlaris hingga Agustus 2026, BYD Mulai Ancam Posisi Mitsubishi
Kinerja BYD di sisi retail bahkan lebih agresif. Penjualan dari dealer ke konsumen pada Agustus mencapai 6.861 unit, melonjak sekitar 30,9% dibandingkan Juli yang sebanyak 5.240 unit.
Sepanjang Januari-Agustus, retail sales BYD mencapai 35.289 unit, dengan pangsa pasar 5,9%.
Dengan capaian tersebut, BYD sudah bertengger di posisi kelima merek dengan penjualan wholesales terbesar di Indonesia. BYD berada di bawah Toyota, Daihatsu, Suzuki dan Mitsubishi Motors.
Posisi tersebut menunjukkan semakin kuatnya kehadiran BYD di pasar otomotif nasional. Bahkan, secara wholesales, BYD telah membukukan penjualan lebih tinggi dibandingkan sejumlah merek Jepang lainnya seperti Honda yang mencapai 26.437 unit hingga Agustus.
Baca Juga: Total Investasi Tembus Rp 16 Triliun, DPR Minta Pabrik BYD Perkuat Transisi Energi
Tak hanya BYD, sejumlah merek China lainnya juga mencatatkan penjualan sepanjang tahun berjalan. Jaecoo membukukan wholesales 23.834 unit, Geely 12.510 unit, Wuling 11.375 unit, Chery 7.867 unit dan Aion 5.034 unit.
Kondisi ini memperlihatkan semakin beragamnya pilihan konsumen di pasar otomotif nasional, termasuk kendaraan elektrifikasi yang ditawarkan oleh sejumlah merek China.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














