kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Indosat berharap bisa menggelar jaringan di jalur kereta MRT Jakarta


Senin, 29 April 2019 / 16:09 WIB


Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo masih berharap bisa menggelar jaringan di jalur kereta MRT Jakarta. Saat ini, proses negosiasi dengan perusahaan menara PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) masih berlangsung.

Turina Farouk, Group Head Corporate Communications Indosat menjelaskan bahwa saat ini proses negosiasi masih berlangsung. Saat ini, manajemen masih melakukan tinjuan terhadap harga yang ditawarkan untuk bisa menggelar jaringan di moda terbaru transportasi ibu kota tersebut.

“Masih review, belum final. Harganya yang menjadi pertimbangan. Belum (sepakat harganya), sekarang kan masih di-review dan masih kami negosiasikan,” ujarnya kepada KONTAN, Senin (29/4).

Sebenarnya Indosat berharap bisa melayani pelanggannya yang menggunakan moda transportasi MRT Jakarta. Namun dari sisi harga sewa yang terlalu kemahalan, membuat perusahaan harus cermat menghitung ulang. Sejauh ini baru dua operator yang telah menggelar jaringan di jalur MRT.

“Pasti kami mau masuk, kami sih sebenarnya sudah siap tinggal masalah negosiasi harga saja. Jadi masih ada review internal tinggal kapan keputusannya saja, nanti kalau sudah final pasti diinforkan,” lanjutnya.

Catatan KONTAN, harga yang ditawarkan untuk layanan telekomunikasi di MRT Jakarta untuk full service mencapai Rp 4,5 miliar hingga Rp 5 miliar untuk tahun pertama dan kedua. Sedangkan untuk tahun berikutnya berkisar Rp 6 miliar hingga Rp 6,5 miliar dan tahun ketiga mencapai Ro 7,5 miliar hingga Rp 8 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×