kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Industri kapal terpapar rupiah


Rabu, 25 Juli 2018 / 10:36 WIB
Industri kapal terpapar rupiah
ILUSTRASI. Galangan Kapal di Pelabuhan Muara Angke

Berita Terkait

Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berdampak pada sejumlah sektor industri, terutama yang banyak menggunakan bahan baku impor. Salah satunya adalah industri galangan kapal.

Mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kemarin (24/7), kurs rupiah sudah melemah mencapai level Rp 14.541 per dollar AS. Tak ayal, perusahaan pembuatan dan perbaikan kapal, seperti PT Krakatau Shipyard mesti waspada dalam menjalani bisnisnya saat ini.


Direktur Utama PT Krakatau Shipyard Askan Naim mengatakan, sekitar 60% hingga 65% komponen pembuatan kapal merupakan barang impor. Ketika terjadi fluktuasi kurs, maka dampaknya luar biasa, ungkap dia kepada KONTAN, Senin (23/7).

Agar tidak menggerus pendapatan perusahaan, Krakatau Shipyard terpaksa melakukan penyesuaian harga produk. Hal ini lantaran biaya produksi terus meningkat akibat menguatnya dollar AS. Langkah ini sebagai salah satu strategi perusahaan mengambil margin keuntungan.

Berhubung proses pembuatan kapal bisa berlangsung satu hingga dua tahun, Askan menjelaskan, pembelian kapal juga harus dibuat fleksibel mengikuti kurs rupiah terhadap dollar AS. Atas dasar itu, manajemen Krakatau Shipyard selama ini memberlakukan sistem kontrak, yang mana harga kapal bisa sewaktu-waktu berubah mengikuti kurs. Sejauh ini rata-rata para pemesan kapal mengerti, ungkap Askan.

Cuma, agak merepotkan jika pemesan kapal berasal dari pemerintah. Proses penyesuaian harga kerap terhambat. Maklum, pengawasan anggaran pemerintah sangat ketat. Askan mengakui, perusahaannya sudah menaikkan harga kapal sebesar 10% sebagai dampak koreksi rupiah.

Sementara perusahaan pelayaran migas PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk optimistis bisnisnya tetap normal di tengah fluktuasi rupiah. Sebelumnya, Humpuss telah mengalokasikan belanja modal US$ 63,8 juta di tahun ini untuk belanja kapal dan akuisisi perusahaan penyedia SDM sektor kelautan.

Direktur Utama Humpuss Intermoda Transportasi, Budi Haryono, mengemukakan fluktuasi rupiah tidak berpengaruh besar terhadap kinerja karena sejak awal pendanaan perusahaan sudah menggunakan dollar AS. Beli kapal juga dari luar dengan valuta dollar AS, pinjamannya juga dalam dollar AS, ujar dia kepada KONTAN, Selasa (24/7).

Menurut Budi, seluruh pendapatan perusahaan dengan kode saham HITS di Bursa Efel Indonesia itu juga dalam bentuk dollar AS. Adapun dampaknya hanya terasa pada biaya operasional dengan jumlah relatif sedikit. Hanya sedikit yang denominasi rupiah di anak usaha dan untuk biaya kantor saja, kata dia.

Sebelumnya, perusahaan ini menargetkan pembelian satu kapal LNG, satu kapal LPG, satu kapal minyak, dan kapal untuk dredging. Untuk kapal minyak sudah masuk ke perusahaan sejak kuartal I-2018 dengan rincian belanja sebesar US$ 11 juta.




TERBARU

Close [X]
×