kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Bisnis reparasi kapal jadi pendapatan utama Krakatau Shipyard


Selasa, 24 Juli 2018 / 20:45 WIB
ILUSTRASI. Galangan kapal


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan pembuatan dan perbaikan kapal PT Krakatau Shipyard musti mengambil langkah hati-hati dalam bisnisnya untuk saat ini. Hal ini karena kurs rupiah terhadap dollar AS kerap melemah yang saat ini mengutip Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) sudah mencapai Rp 14.541 per dollar AS.

Direktur Utama Krakatau Shipyard Askan Naim menjelaskan sejauh ini margin dari bisnis pembuatan kapal miliknya tidak terlalu besar. “Jika sampai 10% marginnya itu sudah bagus banget,” katanya kepada Kontan.co.id pada Senin (23/7).

Askan mengatakan, jika dolar terus menguat semakin tajam, maka keuntungan yang diperoleh bakal semakin tipis walaupun sudah menggunakan strategi klausul harga mengikuti kurs. “Dipastikan jika sudah mencapai Rp 17.000 itu pembuatan kapal pasti rugi,” jelas Askan.

Bisnis pembuatan kapal bagi Krakatau Shipyard hanyalah sebagai bentuk kebanggaan perusahaan saja. Lebih dari itu, kesuksesan perusahaan dalam pembuatan kapal hanya ingin menunjukkan performa perusahaan secara kualitatif.

Tapi, secara kuantitatif justru bisnis reparasi yang memiliki keuntungan yang lebih besar. “Cash flow aman dari situ, karena reparasi sebetulnya lebih menjanjikan” ujarnya.

Salah satunya, karena bahan baku untuk reparasi bisa banyak ditemukan dari produsen lokal. Sebut saja bahan-bahan seperti bahan plat, siku kapal, kawat las, dan oksigen walaupun ada juga beberapa bahan seperti plat baja yang harus didatangkan secara impor.

Kendati demikian, dollar yang kerap menguat juga membuat perusahaan melakukan penyesuaian harga pada bisnis reparasi kapal. Saat ini kenaikan sudah berdampak dan disebut Askan mencapai 6% hingga 7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×