kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Industri petrokimia segera ajukan tax holiday


Senin, 16 April 2018 / 20:33 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Chandra Asri Petrochemical


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiono mengatakan peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/2018 yang mengatur soal kemudahan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday) sudah sangat baik dan tepat sasaran.

"Tinggal dari industri sendiri yang akan buktikan benar jalan atau tidak," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (16/4). Apalagi kata Fajar, fasilitas ini bisa didapatkan dengan nilai investasi mulai dari Rp 500 miliar-Rp 2 triliun.

Beberapa produsen petrokimia yang tertarik, kata Fajar, seperti Chandra Asri atau Lotte Chemical Titan. "Kalau Lotte Chemical tampaknya masih mengurus perizinan pengembangan terlebih dahulu," sebutnya.

Dampak dari tax holiday nanti diharapkan mampu mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi nasional. "Jangan sampai turun juga. Namun walau ada PMK ini yang bisa buat industri kencang, di satu sisi masih ada potensi peraturan yang menghambat," urai Fajar.

Wacana cukai plastik menurutnya ialah regulasi yang mengganggu pasar. "Belum lagi harga minyak tengah naik luar biasa. Adanya PMK ini semoga bisa meredam turbulensi tersebut," tuturnya. Inaplas berharap agar setiap regulasi yang diatur pemerintah dapat tersinkronisasi dengan baik satu sama lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×