kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Ini alasan AP I izinkan Lion Air hadir di Manado


Kamis, 02 Mei 2013 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Macam-Macam Hama Ulat pada Tanaman Sayuran dan Cara Mengatasinya


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Angkasa Pura I (Persero) akhirnya menyetujui PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) membangun hanggar pesawat Lion Air di dekat Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Pihak AP I sepakat membangun akses jalan (taxyway) untuk hanggar pesawat yang menggunakan lahan Angkasa Pura I tersebut.

Farid Indra Nugraha, Sekretaris Perusahaan AP I menjelaskan, ada beberapa alasan dari pihak AP I menyetujui rencana Lion Air tersebut.

Pertama, karena pembangunan hanggar sudah masuk rencana induk (master plan) Bandara Sam Ratulangi.  "Soal pembangunan hanggar Lion Air memang sudah disesuaikan dengan master plan pengembangan bandara," ujar Farid kepada KONTAN, Rabu (1/5).

Kedua, karena Lion Air merupakan pengguna terbesar di bandara-bandara yang dikelola AP I. "Memang ada kebutuhan Lion Air yang besar untuk pengembangan di kawasan timur. Belum lagi pembelian besar-besaran Airbus," ujar Farid.

Farid meyakini perkembangan bisnis Lion Air bisa berefek pada meningkatnya jumlah penumpang yang berpergian melalui bandara-bandara yang dikelola AP I.

Sebagai informasi, kepastian pembangunan hanggar tertuang dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada Kamis, 25 April 2013 lalu.

Perjanjian tersebut disaksikan juga oleh Herry Bakti, Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×