kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ini alasan pemerintah impor listrik dari Malaysia


Selasa, 19 November 2013 / 17:15 WIB
Ini alasan pemerintah impor listrik dari Malaysia
ILUSTRASI. Perpanjang SIM A & C Sejam Beres, Cek Jadwal SIM Keliling Depok Hari Ini 7 Juli 2022


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan kebijakan untuk mengimpor listrik dari Malaysia. Alasan utama pemerintah impor listrik dari Malaysia, agar pembangkit listrik dalam negeri yang masih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa dikurangi produksinya.

"Impor listrik prinsipnya menurunkan biaya (BBM) sambil memperkuat tarif listrik kita," ujar Jarman, Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM, Selasa (19/11).

Jarman menyebutkan, beberapa pembangkit listrik di Kalimantan Barat masih menggunakan BBM sebagai bahan untuk beroperasi. Dengan kebijakan mengimpor listrik dari Malaysia bisa mengurangi konsumsi BBM.

"Sekarang kita punya kebijakan dari Malaysia 900 kwh, mengganti pembangkit listrik dari BBM," jelas Jarman

Menurut Jarman negara bisa menghemat kuota BBM dan mendapatkan produksi listrik yang lebih besar dengan impor, daripada menggunakan pembangkit listrik yang masih mengonsumsi BBM.

"Ini menghemat 3.500 per kwh daripada memakai pembangkit yang menggunakan BBM," papar Jarman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×