kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ini pemicu kenaikan rugi bersih Austindo Nusantara Jaya (ANJT) di 2019


Rabu, 10 Juni 2020 / 17:47 WIB
Ini pemicu kenaikan rugi bersih Austindo Nusantara Jaya (ANJT) di 2019
ILUSTRASI. Austindo Nusantara Jaya (ANJT) menghadapi sejumlah tantangan di tahun lalu, khususnya penurunan harga CPO.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menghadapi sejumlah tantangan di tahun lalu, khususnya penurunan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan inti sawit/palm kernel (PK). Alhasil, rugi bersih ANJT makin membengkak di 2019.

Direktur Utama ANJT Istini T. Siddharta mengatakan, walaupun mendapat tantangan berat pada 2019, Austindo Nusantara Jaya tetap tangguh dalam mengonsolidasikan sumber daya dan membuat keputusan strategis yang akan menempatkan ANJ di jalur tepat untuk mencapai visi dan pertumbuhan di masa depan.

“Sepanjang 2019, harga CPO terus mengalami tren penurunan walaupun pulih secara perlahan sejak Agustus. Harga rata-rata CPO yang hanya mencapai US$  479 per ton sepanjang tahun lalu menyebabkan dampak signifikan yang memberatkan industri minyak sawit," jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (10/6).

Baca Juga: Ekonomi tak pasti, begini rencana capex dan target penjualan ANJT tahun ini

Selain harga CPO yang turun, Istini menyebutkan, cuaca buruk adalah tantangan lain bagi industri karena musim kemarau yang berkepanjangan turut berkontribusi pada meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan antara bulan Juni sampai November.

Kedua tantangan tersebut bisa dibilang sebagai biang kerok pendapatan ANJT menyusut dan rugi bersih makin membengkak di tahun lalu.

Melansir laporan keuangan Austindo Nusantara Jaya di 2019, ANJT mencatatkan pendapatan senilai US$ 130,4 juta atau turun 14,1% year on year (yoy). Adapun penjualan CPO dan PK berkontribusi sebesar 98,6% dari total pendapatan ANJT atau senilai US$ 128,5 juta.

Seiring dengan menurunnya pendapatan, ANJT juga membukukan rugi bersih hingga US$ 4,6 juta, padahal di 2018 rugi bersih ANJT hanya US$ 0,5 juta.

Istini menyatakan, turunnya pendapatan dan membengkaknya rugi bersih disebabkan penurunan harga jual rata-rata dan volume penjualan CPO dan PK di 2019

Di sepanjang tahun lalu, produksi tandan buah segar (TBS) mengalami penurunan. Produksi CPO turun 3,2% menjadi 240.844 metrik ton (mt) dan produksi PK menyusut 4,5% menjadi 51.585 mt.

Akibatnya, ANJT mencatatkan penurunan volume penjualan CPO dan PK masing-masing sebesar 2,6% dan 4,0% menjadi sebesar 239.800 mt dan 52.115 mt pada 2019 dibandingkan penjualan CPO dan PK pada 2018.

Sebagai tambahan informasi, di tahun 2019 Austindo Nusantara Jaya  melakukan inovasi untuk meningkatkan efisiensi dan pengambilan keputusan dalam manajemen perkebunan dengan memperkenalkan sistem E-PMS (E-Plantation Mobile Solution).

Istini memaparkan penggunaan E-PMS telah dilakukan di beberapa perkebunan anak perusahaan ANJ antara lain PT Kayung Agro Lestari (KAL), PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) dan PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS). Kemampuan E-PMS untuk melakukan proses secara real-time telah menghasilkan efisiensi yang signifikan.

Adapun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan, Rabu (10/6) para pemegang saham ANJT menyetujui tidak membagikan dividen untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 serta mengangkat kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi ANJ tertentu yang berakhir masa jabatannya.

Baca Juga: ANJT meninjau ulang dana belanja modal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×