kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.891   21,00   0,12%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Ini Strategi Pelita Teknologi Global (CHIP) Dongkrak Kinerja


Selasa, 30 Juni 2026 / 07:35 WIB
Ini Strategi Pelita Teknologi Global (CHIP) Dongkrak Kinerja
ILUSTRASI. Pelita Teknologi Global (CHIP) mengungkapkan sejumlah strategi untuk mendongkrak kinerja keuangan di tahun 2026 (Dok/CHIP)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) membidik penambahan dua negara baru di Afrika pada 2027. Ekspansi itu bakal ditopang pengembangan produk eSIM, ERP lokal hingga layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Direktur Utama Pelita Teknologi Global Ardarini mengatakan, Afrika masih menjadi salah satu pasar yang prospektif bagi CHIP. Setelah bekerja sama dengan Zambia Telecom, CHIP kini menjajaki peluang bisnis di Nigeria.

"Kami sedang menjajaki kontrak dengan agen bisnis di Nigeria dan menargetkan dapat menambah dua negara baru pada 2027," ujar Ardarini dalam paparan publik, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: PGN (PGAS) Siap Laksanakan Penurunan Harga LNG untuk Industri Jadi US$ 13

Menurut Ardarini, produk embedded SIM (eSIM) menjadi salah satu andalan untuk mendukung ekspansi tersebut. Prospek bisnis eSIM dinilai masih terbuka lebar seiring meningkatnya digitalisasi serta regulasi penggunaan eSIM di sejumlah negara.

Direktur IT Pelita Teknologi Global Pri Hastanto menambahkan, CHIP tengah menjalankan proof of concept (PoC) eSIM bersama Zambia Telecom sekaligus melakukan uji coba jaringan 5G.

CHIP juga mengembangkan produk enterprise resource planning (ERP) lokal dan warehouse management system (WMS). Kedua solusi tersebut telah diterapkan secara internal dan ditargetkan mulai dipasarkan kepada pelanggan korporasi maupun pemerintah pada semester II-2026.

"Pada semester kedua 2026, kami bisa melakukan proof of concept (PoC) untuk beberapa customer, baik swasta maupun pemerintah," kata Pri.

CHIP juga menyiapkan, platform roaming berbasis aplikasi Koneqo serta layanan manajemen kehadiran berbasis cloud. Tak hanya itu, CHIP berencana mengembangkan  teknologi berbasis kecerdasan buatan mulai pertengahan tahun ini.

 

Sejalan dengan rencana tersebut, CHIP mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 2 miliarRp4 miliar pada 2026. Ini lebih rendah dibandingkan investasi pada tahun sebelumnya. 

Adapun efisiensi belanja modal dilakukan karena kebutuhan investasi utama telah diselesaikan. Dus, CHIP dapat lebih fokus mengembangkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan penetrasi pelanggan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×