Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menyiapkan strategi diversifikasi produk dan pasar ekspor untuk menopang kinerja sepanjang 2026. Perusahaan bakal memperluas pasar ekspor ke Eropa dan Timur Tengah.
Investor Relations Integra Indocabinet Ravenal Arvense mengungkapkan, perusahaan pada tahun ini akan memperkuat bisnis inti di segmen building components yang dinilai memiliki visibilitas permintaan lebih baik dan perputaran bisnis lebih cepat.
“Di saat yang sama, Perusahaan juga mempercepat strategi diversifikasi melalui pengembangan produk baru seperti flooring dan outdoor furniture, serta memperluas pasar ekspor ke kawasan di luar Amerika Serikat, termasuk Eropa dan Timur Tengah,” ujar Ravenal kepada Kontan, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga: EduALL dan Indonesia Mengajar Dorong Pemahaman Generasi Muda Terkait AI
Secara keseluruhan, WOOD menargetkan pertumbuhan bisnis yang didukung ekspansi produk dan pasar dengan tetap menjaga disiplin operasional.
Menurut pandangan Ravenal, pasar Amerika Serikat (AS) masih menjadi pasar ekspor utama dan sangat strategis bagi perusahaan. Pasalnya, AS masih menjadi pasar impor terbesar untuk produk kayu dan furnitur secara global.
Karena itu, WOOD masih melihat peluang besar di pasar AS, khususnya untuk segmen building components yang ditopang kebutuhan konstruksi dan renovasi perumahan.
Meski demikian, perusahaan tetap menjalankan strategi diversifikasi untuk mengurangi volatilitas dari pasar AS. Salah satunya dengan memperluas jangkauan pelanggan agar tidak bergantung pada beberapa pelanggan besar.
Dari sisi produk, Ravenal mengakui segmen furnitur, khususnya knock-down furniture yang menyasar pasar menengah bawah, masih menghadapi tekanan akibat kondisi makroekonomi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, WOOD kini lebih fokus mengembangkan setup furniture melalui merek sendiri yang menyasar segmen menengah atas. Segmen ini dinilai lebih resilien terhadap tekanan daya beli.
Baca Juga: Pasar Parfum RI Kian Harum, Alfa Indo Global Perkuat Bisnis B2B
Adapun strategi utama perusahaan pada tahun ini berfokus pada tiga hal, yakni memperkuat kontribusi building components, mendorong diversifikasi produk dan pasar, serta menjaga efisiensi dan disiplin biaya agar profitabilitas tetap terjaga.
Selain itu, WOOD juga terus menyiapkan fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan sektor kehutanan.
Adapun, ekspor produk manufaktur building component menjadi penopang utama bisnis WOOD. Hingga kuartal III-2025, ekspor building component WOOD tercatat senilai Rp 1,76 triliun. Jumlah itu setara dengan 81,86% dari total penjualan WOOD pada periode tersebut, yakni Rp 2,15 triliun.
Secara nilai, ekspor building component WOOD meningkat 18,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ravenal optimistis prospek bisnis WOOD tahun 2026 akan positif, terutama didorong oleh permintaan building components dari pasar perumahan AS yang mulai membaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













