kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Integra Indocabinet (WOOD) Catat Penjualan Hingga Rp 2,63 Triliun Sepanjang 2025


Kamis, 16 April 2026 / 19:17 WIB
Integra Indocabinet (WOOD) Catat Penjualan Hingga Rp 2,63 Triliun Sepanjang 2025
ILUSTRASI. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) (Dok/WOOD)


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp2,63 triliun sepanjang tahun 2025. Penjualan ini dicapai di tengah penurunan siklus pasar, dengan segmen building components sebagai pendorong perubahan struktural bisnis dan memperkuat fondasi pertumbuhan WOOD.

“Di tengah tingginya ketidakpastian pasar, Perseroan tetap mampu menjaga kinerja yang solid. Kinerja ini ditopang oleh pertumbuhan yang kuat pada segmen building components, yang mampu mengimbangi tekanan pada segmen furniture di tengah dinamika makro global dan kebijakan tarif,” ungkap manajemen WOOD dalam keterangan tertulis, Kamis (16/04/2026).

Hal ini menegaskan solidnya bisnis ekspor inti Perseroan serta kemampuan manajemen dalam mengelola dan beradaptasi terhadap kondisi operasional yang menantang, sekaligus mendorong pergeseran struktural menuju segmen dengan visibilitas permintaan yang lebih baik dan potensi pertumbuhan jangka panjang. 

Baca Juga: Pemerintah Tetap Beli Minyak Mentah dari AS Meski Mendapat Pasokan dari Rusia

Dalam kondisi tersebut, Perseroan tetap berfokus pada disiplin operasional, strategi diversifikasi, serta penguatan fondasi pertumbuhan ke depan. 

Lebih detail, building components yang menjadi motor utama pertumbuhan mencatat pertumbuhan sebesar 13,8% YoY menjadi Rp2,24 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan dampak positif dari inisiatif ekspansi produk dan pasar yang terus dijalankan, serta didukung oleh permintaan yang tetap solid dari sektor konstruksi dan renovasi perumahan di Amerika Serikat (AS).

“Kontribusi yang semakin besar dari segmen ini juga memperkuat posisi strategis Perseroan pada lini produk dengan visibilitas permintaan yang lebih tinggi, siklus perputaran yang lebih cepat, serta peluang pasar yang lebih luas, sehingga turut mendorong efisiensi modal kerja dan perputaran persediaan. Dengan keunggulan struktural tersebut, segmen building components terus menjadi fondasi yang kuat bagi pertumbuhan Perseroan,” jelas manajemen.

Sementara itu, segmen furniture mengalami pelemahan permintaan, khususnya pada produk knockdown yang lebih menyasar segmen menengah ke bawah dan relatif lebih terdampak oleh tekanan tarif serta pelemahan daya beli. 

Di sisi lain, produk set-up furniture yang menyasar segmen menengah ke atas menunjukkan kinerja yang relatif lebih stabil, sejalan dengan upaya Perseroan dalam melakukan pergeseran menuju portofolio produk yang lebih seimbang dan berkualitas.

Baca Juga: Stok Batubara PLTU di Bawah 20 Hari, Ancaman Pasokan Listrik Mengintai

“Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat bisnis inti building components sekaligus mempercepat strategi diversifikasi produk dan pasar. Sejalan dengan strategi tersebut, Perseroan melihat peluang pertumbuhan yang berkelanjutan dari ekspansi produk dan penetrasi pasar baru,” ungkapnya.  

Pada segmen furniture, Perseroan akan meningkatkan fokus pada produk set-up furniture yang menyasar segmen menengah ke atas, yang dinilai lebih tahan terhadap tekanan makro dan dinamika tarif dibandingkan produk knockdown yang lebih sensitif terhadap harga. 

Perseroan juga mengharapkan kontribusi yang semakin besar dari inisiatif diversifikasi, termasuk peningkatan ekspor produk flooring ke Eropa setelah pengiriman perdana pada semester kedua tahun 2025, ekspansi ke pasar Timur Tengah, serta mulai berkontribusinya lini outdoor furniture dalam memperkuat fase pertumbuhan berikutnya. 

“Untuk mendukung ekspansi tersebut, WOOD meningkatkan persediaan dan modal kerja selama tahun 2025 guna memastikan ketersediaan produk, mempercepat waktu pengiriman, serta mendukung variasi spesifikasi produk yang lebih luas,” ungkap Perseroan. 

Selain pendapatan, sepanjang 2025 WOOD juga mencatatkan laba kotor sebesar Rp534,7 miliar. Serta laba bersih sebesar Rp65,5 miliar, di tengah kondisi pasar produk olahan kayu yang menantang 

“Dengan komposisi produk yang semakin kuat, jangkauan pasar yang lebih luas, serta kesiapan operasional yang lebih baik, WOOD meyakini berada dalam posisi yang solid untuk mendorong pertumbuhan yang lebih terdiversifikasi dan resilien pada 2026, sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang melalui pengembangan berkelanjutan pada segmen kehutanan,” tutup manajemen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×