kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.081   46,00   0,26%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Beroperasi di IWIP, Siap Pasok Alat Berat Listrik


Selasa, 28 Juli 2026 / 07:42 WIB
Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Beroperasi di IWIP, Siap Pasok Alat Berat Listrik
ILUSTRASI. Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG) mulai mengoperasikan basis manufaktur energi baru di Kawa (DOK/XCMG)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu perusahaan alat berat dan mesin konstruksi terbesar asal China, Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG) mulai mengoperasikan basis manufaktur energi baru di Kawasan Industri Weda Bay (IWIP). Fasilitas produksi XCMG Indonesia ini menjadi pabrik energi baru pertama XCMG di luar negeri.

Seremoni peresmian pabrik XCMG Indonesia berlangsung pada Senin (27/7/2026), yang turut dihadiri oleh Vice President Director of XCMG, Song Zhike. Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Indonesia mengintegrasikan manufaktur unit lengkap, penelitian dan pengembangan yang disesuaikan dengan kondisi operasional lokal, serta layanan purna jual lokal secara terpadu.

"Fasilitas ini secara signifikan mempersingkat waktu pengiriman serta mampu memenuhi kebutuhan berbagai sektor di Indonesia secara lebih tepat, mulai dari pertambangan, pembangunan infrastruktur, hingga logistik kawasan industri," ungkap Zhike melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Ancora (OKAS) Optimistis Geber Prospek Kinerja di Sisa Tahun Ini

Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Indonesia berfokus pada dua arah utama, yaitu substitusi peralatan energi baru dan pengembangan ekonomi sirkular.

Dengan mengandalkan kapabilitas manufaktur lokal, fasilitas ini memasok alat berat listrik dalam skala besar untuk mendukung transformasi rendah karbon di berbagai sektor strategis di Indonesia.

Produk yang resmi diluncurkan kali ini, yaitu wheel loader listrik murni XC968-EV, dilengkapi dengan sistem penggerak motor ganda terintegrasi. Dibandingkan dengan alat berat berbahan bakar fosil pada kelas tonase yang sama, biaya operasional diklaim dapat berkurang sekitar 78% dan biaya perawatannya berkurang sekitar 60%.

"Selain itu, setiap unit mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga sekitar 150 ton per tahun, sehingga sangat sesuai untuk mendukung pengembangan tambang hijau dan kawasan industri rendah karbon di Indonesia," imbuh Zhike. 

Pada saat yang sama, XCMG juga mengembangkan sistem operasional sirkular untuk peralatan bekas serta remanufaktur komponen guna memaksimalkan efisiensi pemanfaatan sumber daya industri. 

Baca Juga: Marketing Sales Puradelta Lestari (DMAS) Capai Rp 1,15 Triliun di Semester I 2026

Saat ini, proporsi karyawan lokal di wilayah operasional XCMG Indonesia telah mencapai hampir 80%. "Perusahaan terus memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia sekaligus membangun dan mengembangkan talenta lokal yang memiliki kompetensi teknis," ujar Zhike. 

XCMG Indonesia melakukan penyerahan batch pertama peralatan energi baru melalui kolaborasi dengan IWIP. XCMG dan IWIP mengusung konsep sinergi "teknologi + skenario aplikasi" serta "manufaktur + pasar".

XCMG memiliki keunggulan dalam pengembangan dan manufaktur cerdas alat berat energi baru, sementara IWIP didukung oleh ekosistem industri yang matang dan beragam skenario aplikasi di Indonesia. Sejak penandatanganan kerja sama, kedua belah pihak hanya membutuhkan waktu satu setengah tahun untuk menyelesaikan pembangunan hingga pengoperasian pabrik. 

Selama lebih dari tiga dekade mengembangkan pasar Indonesia, XCMG telah membangun sistem operasional dan layanan yang terlokalisasi secara menyeluruh.

Saat ini, XCMG telah memiliki 32 jaringan penjualan dan 53 jaringan layanan, didukung lebih dari 120 kendaraan layanan profesional serta sistem pengelolaan suku cadang tiga tingkat.

"Infrastruktur tersebut memastikan lebih dari 30.000 unit peralatan XCMG yang beroperasi di Indonesia dapat bekerja secara andal, sekaligus menjadi fondasi yang kuat bagi operasional berkelanjutan Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Indonesia," ungkap Zhike.

Bagi XCMG, Tahun 2026 merupakan tahun awal dari periode Rencana Lima Tahun ke-15. Pada tahun 2026, XCMG Machinery kembali masuk dalam daftar Fortune China ESG Impact List, sekaligus mempertahankan posisinya sebagai satu-satunya perusahaan industri alat berat yang terpilih dalam daftar tersebut.

Baca Juga: Essa Industries (ESSA) Menunda Proyek Sustainable Aviation Fuel (SAF), Ini Sebabnya

XCMG mempercepat transformasi melalui lima arah utama, yaitu high-end development, intelligentization, green development, globalization, dan service-oriented development, dengan menjadikan ekspansi global dan pengembangan industri hijau sebagai dua fokus strategi utama perusahaan. 

"Basis Manufaktur Energi Baru XCMG Indonesia merupakan langkah strategis penting yang merepresentasikan integrasi mendalam dari kedua strategi tersebut," tutup Zhike.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×