kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Target investasi smelter sebesar US$ 35,5 miliar


Jumat, 06 Februari 2015 / 17:32 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung memilih produk minuman sirop pada sebuah gerai ritel modern di Jakarta, Jumat (31/3/2023). Ekonom Bank Mandiri Optimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,04% pada 2023.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Tedy Gumilar

JAKARTA. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merencanakan investasi smelter dengan total hingga US$ 35,5 miliar. Rencana investasi itu diperkirakan bakal direalisasikan hingga 5 tahun mendatang.

Jika rencana investasi bisa terwujud, maka devisa negara yang bisa dihemat mencapai US$ 15,54 miliar. "Pembangunan satu smelter butuh waktu satu dua tahun. Jadi, itu kira-kira rencana sampai 5 tahun," ujar Harjanto, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kemenperin, Kamis (6/2).

Investasi paling besar datang dari industri pengolahan ferro nikel (ni 10%), nickel pig iron (Ni 4%), dan nickel matte (Ni 70%) dengan total investasi sebesar US$ 13,87 miliar. Ketiga produk ini bakal digarap oleh 11 perusahaan dengan kapasitas produksi total sebesar 2,35 juta ton.

Sementara untuk tembaga investasi yang masuk diperkirakan sebesar US$ 7,5 miliar. Sebanyak lima  perusahaan bakal menggarap pengolahan tembaga dengan kapasitas total 782.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×