kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Isu PHK Marak, Wamenaker: Minat Investor Berekspansi di Indonesia Masih Besar


Jumat, 03 Juli 2026 / 15:11 WIB
Isu PHK Marak, Wamenaker: Minat Investor Berekspansi di Indonesia Masih Besar
ILUSTRASI. Afriansyah Noor (DOK/BPMI Setpres)


Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan bahwa minat pelaku usaha untuk berinvestasi di Indonesia melalui ekspansi masih tinggi, meski di tengah maraknya isu pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor industri.

"Kami melihat bahwa investasi di Indonesia bagi investor yang dari luar masih sangatlah besar antusiasmenya mereka. Kondisi sistem ketenagakerjaan kami juga di Indonesia ini sangat baik tentunya," ujarnya saat ditemui usai peresmian pabrik terbaru PT Givaudan Indonesia di Cikarang, Jumat (3/7/2026).

Menurut Afriansyah, tingginya minat investasi tersebut salah satunya tercermin dari langkah perusahaan yang bergerak di industri perisa dan wewangian (flavor & fragrances), PT Givaudan Indonesia, yang meresmikan pabrik keduanya di Indonesia.

Baca Juga: Ada Harapan Baru! Spindo (ISSP) Prediksi Permintaan Baja Bangkit pada Semester II

Pabrik baru perusahaan asal Swiss tersebut berdiri di atas lahan seluas 50.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 24.000 meter persegi. Fasilitas tersebut dibangun dengan nilai investasi sebesar CHF 50 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun.

Investasi ini disebut berpotensi menyerap sekitar 60 tenaga kerja pada tahap awal, dengan potensi mencapai 400 tenaga kerja pada tahap pengembangan berikutnya.

"Tahap pertama mungkin 60 orang, tahap kedua hampir sekitar 100-200 orang, dan tahap ketiga sisanya daripada itu," kata Afriansyah.

Dengan proyeksi tersebut, ia optimistis penyerapan tenaga kerja di Tanah Air akan terus meningkat di tengah berbagai tantangan ekonomi.

"Dengan isu-isu yang kemarin, banyak isu PHK, dan isu yang lain-lain, tapi memang ada beberapa industri yang masih tetap berdiri dan kokoh di tengah keadaan ini. Nah inilah yang kami rasakan dengan pembukaan pabrik baru PT Givaudan Indonesia ini sekarang," katanya.

Afriansyah berharap langkah tersebut menjadi awal dari terbukanya kesempatan kerja yang lebih luas di berbagai daerah.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong penerapan hubungan industrial Pancasila yang menekankan keseimbangan antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah.

"Keberhasilan suatu perusahaan tidak hanya dibentukkan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga oleh harmonisasi hubungan antar pengusaha dan pekerja," tandas Afriansyah.

Baca Juga: Bandara Husein Siap Kembali Layani Pesawat Jet, InJourney Kebut Pembenahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×