kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.880   -55,00   -0,31%
  • IDX 5.843   -53,19   -0,90%
  • KOMPAS100 757   -7,52   -0,98%
  • LQ45 577   -6,41   -1,10%
  • ISSI 202   -0,90   -0,44%
  • IDX30 328   -3,70   -1,12%
  • IDXHIDIV20 403   -4,57   -1,12%
  • IDX80 86   -0,84   -0,96%
  • IDXV30 109   -0,79   -0,72%
  • IDXQ30 106   -1,20   -1,12%

J Resources (PSAB) mengembangkan tambang Doup dan Pani


Jumat, 14 Desember 2018 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. PT J Resources Asia Pasific Tbk PSAB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. PT J Resources Asia Pasifik Tbk tengah mengembangkan tambang emas Doup di Sulawesi Utara dan tambang Pani yang berlokasi di Gorontalo.

Tambang wilayah Doup ditargetkan mulai produksi pada semester kedua tahun 2020 dan tambang Pani yang berlokasi di Gorontalo ditargetkan mampu mulai produksi 2021.  "Awal tahun lagi proses membebaskan lahan untuk kedua wilayah tambang ini, sudah lumayan signifikan sekitar ratusan hektare kalau untuk di Doup," kata Direktur PSAB, Eddy Permadi, Jumat (14/12).

Eddy menyampaikan tahun depan pihaknya akan mulai membangun pabrik pengolahan. Dalam membangun pabrik ini, kata Eddy memerlukan waktu sekitar 18 bulan.

Guna membangun dan mempersiapkan produksi di wilayah Doup ini perusahaan membutuhkankan investasi sebesar US$ 130 juta. Ia menargetkan pada pertengahan 2020 sudah dapat berproduksi dengan target 2,5 juta ton ore per tahun.

Sementara untuk wilayah tambang Pani, Gorontalo, saat ini perusahaan tengah mengajukan izin untuk melakukan uji kelayakan lanjutan lantaran adanya kenaikan jumlah cadangan di wilayah tersebut.

Eddy bilang, nantinya dari wilayah tambang ini bakal memproduksi 1,8 juta ore per tahun yang ditargetkan memulai berproduksi pada pertengahan 2021. "Sampai saat ini perusahaan sudah mengeluarkan investasi sebesar US$ 60 juta untuk di Doup dan US$ 50 juta untuk di Pani," imbuhnya.

Selain membutuhkan dana untuk pengembangan dua wilayah tambang emas ini, PSAB juga menganggarkan US$ 20 juta per tahun untuk eksplorasi di seluruh tambang. Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan usaha serta menambah cadangan.

Tak hanya mengembangkan tambang di Doup dan Pani, pada 2019 PSAB memiliki rencana untuk meningkatkan nilai tambah untuk batuan yang belum dapat dikomersilkan dengan roasting project untuk tambang wilayah Penjom dan aglomerator project untuk tambang di wilayah Bakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×