kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Jaga BBM Sumatera, Pertamina optimalkan Dumai


Selasa, 30 Agustus 2016 / 13:16 WIB
Jaga BBM Sumatera, Pertamina optimalkan Dumai


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. PT Pertamina (Persero) mempercepat pembangunan Refinery Development Masterplan Program (RDMP) RU II Dumai. Langkah ini demi memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak / BBM di wilayah Sumatera.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan Pertamina sejatinya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Saudi Aramco untuk proyek RDMP tahap kedua yang terdiri dari proyek RDMP RU II Dumai dan RU VI Balongan.

Namun berdasarkan kajian Pertamina, proyek kilang Dumai akan lebih diprioritaskan dibandingkan dengan RU VI Balongan karena memiliki beberapa kelebihan seperti keekonomian proyek, ketersediaan lahan, dan penyerapan hasil produksi.

“Untuk RU II Dumai lahan sudah tersedia. Untuk hasil produksi kami sudah proyeksikan Sumatera akan menyerap produk-produk dari RDMP RU II Dumai. Dengan kondisi itu, eksekusi nanti bisa dilakukan lebih cepat. Untuk RDMP RU VI Balongan sendiri kilangnya sudah relatif advance sehingga menjadi prioritas selanjutnya setelah Dumai,” ungkap Wianda dalam siaran pers pada Selasa (30/8).

Wianda juga menyebut Pertamina akan segera berkunjung ke Saudi Aramco untuk mencapai kesepakatan dengan Saudi Aramco. Jika Saudi Aramco berkomitmen terhadap proyek tersebut, maka ditargetkan kesepakatan Head of Agreement (HoA) kedua belah pihak bisa dilakukan pada Oktober 2016 mendatang dan Basic Engineering Design RDMP RU II Dumai selanjutnya dapat dilakukan sehingga diharapkan pada akhir tahun 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×