kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jagung impor sebanyak 30.000 ton akan banjiri pasar domestik


Selasa, 22 Januari 2019 / 17:56 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Impor jagung tahap kedua sebanyak 30.000 ton dari total 130.000 ton sedang dalam perjalanan. Jagung impor ini diharapkan bisa disebarkan dengan rata dan sisanya dijadikan stok karena sebentar lagi masuk panen raya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan untuk saat ini impor jagung yang sudah terealisasi mencapai 99.000 ton. Realisasi ini berasal dari pengajuan impor jagung di akhir tahun 2018 sebesar 100.000 ton. Sedangkan untuk sisa 30.000 ton jagung yang diprediksi tiba pada Februari, tengah dalam perjalanan.

"Sudah dalam perjalanan itu (Perum) Bulog sudah melakukan dan saya sudah keluarkan izin sesuai keputusan rakor (rapat koordinasi) dan itu sudah dalam proses," kata Enggar, Selasa (22/1).

Menanggapi ini, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya siap melakukan distribusi jagung impor tersebut pada pihak peternak. Menurutnya, jumlah peternak yang ikut meminta bantuan jagung tersebut bertambah. Adapun pengadaan impor jagung 99.000 itu sudah diserahkan kepada peternak seluruhnya.

Budi menambahkan, untuk saat ini Bulog belum berencana menambahkan atau mengajukan kuota impor jagung lagi. Alasannya, karena dalam waktu dekat pemerintah akan melakukan penyerapan jagung saat panen raya pada Februari nanti. "Kita harus hitung kalau ada dalam negeri kenapa kita harus impor," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×