kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jakarta banjir, toko ritel banyak yang tutup


Jumat, 18 Januari 2013 / 14:09 WIB
ILUSTRASI. Kasus Evergrande berpotensi menekan pergerakan rupiah, apalagi ada rencana tapering. ./pho KONTAN/Carolus Agus waluyo/18/11/2020.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengaku, banyak gerai ritel milik anggotanya tutup akibat banjir yang terjadi sejumlah wilayah di Jakarta. Penutupan gerai dilakukan karena toko terendam air dan akses listrik yang terputus.

"Dari sekitar 1.000 toko mungkin ada 5% yang tutup karena banjir," kata Satria Hamid, Wakil Sekjen Aprindo saat dihubungi KONTAN, Jumat (18/1). Dari hitungan Hamid, setidaknya ada 50 toko ritel yang menutup usaha karena direndam air.

Sayangnya, Satria tidak bisa menjelaskan toko ritel mana saja yang menutup operasional. Namun, bisa dipastikan, toko ritel yang menutup operasi berlokasi di daerah yang tergenang banjir. Bentuk toko ritel yang tidak beroperasi itu mulai dari minimarket, supermarket, hypermarket, convenience store, department store, wholesale, dan speciality store

Dampak banjir di DKI Jakarta bisa berdampak pada penurunan penjualan ritel hingga 15% dari hari-hari normal. "Karena jalan-jalan pada banjir jadi akses distribusi juga turun berkisar 10% -15%," ujar Satria.

Meski dalam keadaan banjir, Satria menyatakan, Aprindo mengimbau kepada anggotanya agar sebisa mungkin tetap membuka usahanya. Tujuannya adalah, agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hariannya, terlebih lagi di saat banjir seperti ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×