kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Jam asal Swiss incar pasar premium


Jumat, 06 September 2013 / 08:42 WIB
ILUSTRASI. Kementerian PUPR menargetkan 393 kilometer ruas jalan tol baru tuntas di tahun 2022


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA.  Nilai tukar yang sedang loyo belakangan ini tidak menyurutkan niat merek jam tangan mewah asal Swiss, deLaCour merangsek pasar Indonesia. Malah, Indonesia menjadi negara pertama yang  deLaCour tuju untuk langkah ekspansi di pasar Asia.

Sebagai langkah ekspansi bisnis, deLacour langsung membuka butik deLaCour perdana di Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Kamis (5/9). Tidak tanggung-tanggung, untuk menarik minat konsumen, butik ini juga berfungsi sebagai layanan purna jual.

Adapun PT Eurobutik Bangun Indonesia dipercaya untuk memegang lisensi sebagai distributor resmi merek deLaCour di Indonesia.

Menurut Yanto Chou, Managing Director Eurobutik Bangun Indonesia, kehadiran deLaCour di Indonesia tidak terlepas dari adanya potensi pasar yang potensial di negeri ini. "Kami mengamati jumlah orang kaya Indonesia termasuk salah satu yang paling tinggi di dunia," ujarnya usai  usai peresmian butik deLaCour, kemarin.

Mengutip laporan Credit Suisse, saat ini saja ada lebih dari 100.000 orang Indonesia yang memiliki kekayaan lebih dari US$ 1 juta.  Angka itu diprediksi naik dua kali lipat pada 2017.

Yanto bilang, meningkatnya jumlah orang kaya Indonesia itu akan mengangkat belanja produk fesyen dan aksesoris, yang bukan lagi menjadi kebutuhan penunjang tetapi menjadi alternatif investasi.

Mengenai pelemahan rupiah, Yanto optimistis hal itu tidak akan mempengaruhi kelas menengah atas yang menjadi target pasar deLaCour.
Asal tahu saja, setiap jam tangan deLaCour dijual dengan harga mulai dari Rp 70 juta-Rp 80 juta rupiah per unit. Gara-gara rupiah melemah, harga sudah naik 15% sepekan terakhir. Maklum, seluruh produk deLaCour diimpor langsung dari Swiss.

Yanto menjelaskan, jam tangan deLaCour dihargai tinggi karena mengusung teknologi terkini serta eksklusif. Misalnya, sebagai bagian dari pembukaan butik di Indonesia, deLaCour meluncurkan seri Jakarta Bronze Edition yang hanya diproduksi sebanyak 18 buah.

Namun Yanto enggan memberi tahu target penjualan deLaCour di Indonesia, termasuk nilai investasi yang disiapkan untuk mendukung ekspansinya.

Yang jelas, Eurobutik Bangun Indonesia berencana menambah butik deLaCour di salah satu mal premium di Jakarta di 2014. Tahun depannnya lagi, Eurobutik merambah Surabaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×