kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Jangan kaget bila tiket Garuda semakin mahal, ini alasannya


Rabu, 10 Juni 2020 / 06:46 WIB
ILUSTRASI. Dua pramugari Garuda Indonesia berpose sebelum memulai keberangkatan penerbangan perdana Maskapai Garuda Indonesia rute Palembang-Padang, di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumsel, Jumat (31/8). Maskapai Garuda membuka penerbangan rute Pale


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kementerian Perhubungan memperbarui kebijakan batas angkut jumlah penumpang selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi menjadi 70% dari semula 50%.

Namun peningkatan batas maksimal jumlah penumpang dianggap belul menjadi solusi bagi industri penerbangan. Oleh karena itu, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah bersiap merevisi harga tiket penerbangan.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus untuk mencari cara agar pelanggan tak menanggung biaya tambahan, misalnya saja sekarang ini penumpang pesawat harus memiliki surat bebas corona hasil rapid test.

Menurutnya, dengan adanya tambahan biaya bagi pelanggan dapat memangkas jumlah penumpang. Kalaupun tingkat okupansi terisi penuh sebesar 70%, emiten ini masih harus menutup kehilangan keuntungan.

"Pertanyaannya adalah, apakah ada biaya yang bisa diturunkan? Apakah harga avtur bisa diturunkan, atau harga parkir juga bisa diturunkan?" ungkapnya pada saat diskusi online, Selasa (9/6).

Selain menekan biaya operasional, sambungnya, menaikan harga tiket juga bisa menjadi salah satu alternatif bagi perusahaan ini.

Ia mengaku pihaknya masih membahas mengenai penyesuaian harga tiket.

Yang jelas, Irfan memastikan kalaupun ada kenaikan harga tiket maksimal 20%. "Kalau kami naikkan maksimum 20% enggak sampai dua kali lipat," tambahnya.

Ia juga memprediksi prioritas pelanggan ke depan akan lebih kepada rasa aman dan nyaman. Sehingga, penumpang tak hanya memilih maskapai dari segi harganya saja, tapi juga keselamatan dan kenyamanan. Penyesuaian harga tiket ini juga sejalan dengan emiten bersandi GIAA ini menjalankan protokol kesehatan lantaran membutuhkan biaya lebih.

Tak hanya melakukan efisiensi, untuk mendulang pendapatan GIAA dengan menggejot pendapatan dari kargo. Perusahaan ini mengoptimalkan bisnis angkutan pengiriman kargo dan memasang target pergerakan traffic yang lebih tinggi.

Sepanjang tahun 2019, PT Garuda Indonesia Tbk berhasil membalik posisi rugi menjadi laba. GIAA mengantongi laba yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar US$ 6,99 juta, dari sebelumnya yang masih mencatat rugi hingga US$ 231,13 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×