kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jaringan listrik Sumatra dibangun secara keroyokan


Jumat, 07 Maret 2014 / 18:09 WIB
Kinerja Ekspor Tahun Depan Diproyeksi Tak Semoncer Tahun Ini


Reporter: Agus Triyono | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Buruknya kondisi kelistrikan di wilayah Sumatera membuat pemerintah gregetan. Pemerintah  akhirnya turun tangan.

Mereka melalui Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya menunjuk beberapa BUMN, seperti; PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk, PT Hutama Karya (Persero) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk secara keroyokan membangun sistem jaringan kelistrikan di Sumatera.

Dahlan Iskan mengatakan, untuk membangun sistem kelistrikan ini setidaknya diperlukan dana investasi sebesar Rp 60 triliun. Dan dana tersebut, kemungkinan besar akan dihimpun dari bank BUMN.

Lalu, bagaimana dengan kesiapan para BUMN yang ditugaskan untuk mengerjakan proyek tersebut?

Natal Argawan, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya dan Aprindi, sekretaris perusahaan PT Adhi Karya mengatakan bahwa secara prinsip BUMN nya siap untuk melaksanakan penugasan pemerintah tersebut. "Siap, apalagi kami pernah aktif mengerjakan proyek seperti itu sebelumnya," kata Natal kepada KONTAN.

Keduanya juga mengatakan belum bisa berbicara lebih jauh mengenai kesiapan mereka dalam mengerjakan penugasan tersebut. Pasalnya, secara internal perusahaan, penugasan yang diberikan tersebut belum dibahas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×