kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Jasa Marga (JSMR) pastikan proyek kereta cepat akan selesai tepat waktu


Jumat, 03 September 2021 / 20:31 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung. KONTAN/Baihaki/16/8/2021


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT KAI (Persero) menyebutkan bahwa Indonesia belum menyetor modal awal senilai Rp 4,3 triliun terkait proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung. Seharusnya setoran modal awal itu sudah dilakukan pada Desember 2020. 

Sehingga, hingga saat ini management KCIC sedang bernegosiasi dengan konsorsium High Speed Railway Contractors Consortium (HSRCC) sebagai salah satu konsorsium dari China yang membangun proyek kereta cepat tersebut. 

Menanggapi hal itu, Reza Febriano, Corporate Secretary Jasa Marga (JSMR) menjelaskan Jasa Marga merupakan pemilik 12% saham pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), sedangkan lainnya dimiliki oleh 3 (tiga) BUMN lainnya (WIKA 38%, KAI 25%, PTPN8 25%. 

Baca Juga: Indonesia terlambat setor modal untuk proyek Kereta Cepat, begini penjelasan KCIC

“Kontribusi setoran modal PT PSBI pada KCIC terbagi menjadi cash dan in kind. Jasa Marga telah menyetor seluruh setoran cash, sedangkan setoran in kind (milik beberapa pemegang saham PSBI) masih dilakukan settlement bersama pihak terkait,” ujar Reza saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (3/9). 

Sementara mengenai keberlanjutan project KCIC, dia menjelaskan saat ini telah dibentuk Tim Project Management Office (PMO) yang bertujuan untuk memastikan proyek dapat di selesaikan tepat waktu. “PMO ini akan melakukan konsolidasi terhadap jalannya proyek yang meliputi aspek keuangan, teknis dan operasional,” tambahnya, 

Sebagai informasi, Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditugaskan kepada empat BUMN yakni WIKA, KAI, PTPN8 dan Jasa Marga) yang membentuk konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Selanjutnya: Membengkak, biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung jadi Rp 114 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×