Reporter: Genta Disa | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola JEC Eye Hospitals and Clinics, terus memperluas jaringan layanan kesehatan dengan menyiapkan sejumlah klinik baru. Termasuk pengembangan rumah sakit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali.
Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics Prof. Dr. dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo mengatakan JEC akan membuka dua klinik baru di Tangerang dan Kediri pada Oktober atau November 2026.
“Kita dalam bulan Oktober atau November ini ada dua klinik baru,” ungkap Tjahjono saat ditemui Kontan usai Acara Bakti Katarak 2026 di JEC Hospital Kedoya, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Siloam (SILO) Lanjutkan Ekspansi Rumah Sakit hingga Akhir 2026
Selain dua klinik tersebut, pengembangan fasilitas di Sanur menjadi salah satu prioritas JEC setelah melantai di bursa.
“Tetapi, yang utama tentu Sanur, kan. Karena IPO-nya salah satunya adalah untuk Sanur,” ujarnya.
Pengembangan fasilitas di Sanur diarahkan untuk mendukung pasar medical tourism. JEC melihat kawasan tersebut memiliki potensi untuk melayani pasien dari luar daerah maupun mancanegara.
Tjahjono menjelaskan terdapat tiga kategori perjalanan pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Pertama, medical tourism, yakni pasien yang bepergian untuk mendapatkan layanan medis tertentu dengan mempertimbangkan harga maupun layanan, seperti pasien yang datang untuk menjalani prosedur seperti LASIK atau ReLEX SMILE.
Kedua, medical traveler, yaitu pasien yang bepergian karena kebutuhan medisnya belum tersedia atau belum dapat terpenuhi di daerah asal.
Menurut Tjahjono, kondisi ini dapat terjadi ketika pasien dari daerah Kalimantan atau Sumatra harus datang ke Jakarta karena fasilitas atau layanan yang dibutuhkan belum tersedia di daerahnya.
Ketiga, medical refugee, yakni pasien yang tidak dapat memperoleh layanan medis yang dibutuhkan di daerah asal karena keterbatasan alat, obat, atau kemampuan layanan kesehatan.
“Nah, kita waktu kita bilang di Sanur, kita mengharapkan mana? Tentu paling tidak nomor satu dan nomor dua. Itu, ya,” ujarnya.
Baca Juga: Biaya Perawatan Meningkat, Rumah Sakit Mengembangkan Layanan Nonmedis
Menurut Tjahjono, pengembangan medical tourism membutuhkan kepercayaan terhadap kualitas layanan. Dalam hal ini, JEC mengandalkan pengakuan internasional untuk memperkuat kredibilitas layanan.
JEC Eye Hospital Kedoya telah mendapatkan pengakuan dari Joint Commission International (JCI). JEC juga baru menyelesaikan proses penilaian JCI Enterprise sebagai satu grup.
Tjahjono mengatakan pengakuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan terhadap JEC, termasuk dalam pengembangan fasilitas di Sanur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













