kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.717   10,00   0,06%
  • IDX 6.450   -10,77   -0,17%
  • KOMPAS100 852   -3,11   -0,36%
  • LQ45 649   -2,06   -0,32%
  • ISSI 223   0,28   0,12%
  • IDX30 360   -1,53   -0,42%
  • IDXHIDIV20 448   -2,35   -0,52%
  • IDX80 97   -0,37   -0,38%
  • IDXV30 124   -0,39   -0,31%
  • IDXQ30 116   -0,60   -0,52%

Biaya Perawatan Meningkat, Rumah Sakit Mengembangkan Layanan Nonmedis


Rabu, 16 September 2026 / 14:59 WIB
Biaya Perawatan Meningkat, Rumah Sakit Mengembangkan Layanan Nonmedis
ILUSTRASI. Kenaikan biaya medis (Dok/MRCCC Siloam Semanggi)


Reporter: Ade Priyatin, Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan biaya medis menjadi tantangan bagi masyarakat maupun industri kesehatan. Berdasarkan laporan Health Trends 2026 dari Mercer Marsh Benefits, biaya medis di Indonesia diperkirakan naik 17,8%.

Tren inflasi medis juga meningkat dari 15,9% pada 2024 menjadi 17,9% pada tahun 2025. Kenaikan biaya tersebut terutama menjadi perhatian pada penyakit kritis yang membutuhkan perawatan dalam jangka panjang.

Data internal Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) menunjukkan, sepanjang 2020 hingga 2025, biaya perawatan stroke meningkat lebih dari 2,5 kali lipat. Sementara biaya pengobatan kanker naik lebih dari dua kali lipat dan penyakit jantung hingga tiga kali lipat.

Kondisi itu berpotensi meningkatkan premi asuransi kesehatan dan memengaruhi kemampuan masyarakat mempertahankan perlindungan kesehatan. Pada saat yang sama, kebutuhan terhadap layanan kesehatan juga berkembang. Perhatian pasien tidak hanya tertuju pada biaya dan tindakan medis, tetapi juga pengalaman selama menjalani pengobatan.

Hal tersebut terutama terlihat pada penanganan penyakit seperti kanker yang membutuhkan rangkaian perawatan dalam jangka panjang.

Rumah sakit mulai mengembangkan layanan yang tidak hanya berfokus pada tindakan medis. Tetapi juga memberikan dukungan kepada pasien selama menjalani proses pengobatan.

Baca Juga: Produksi Gula Thailand Turun, Gapmmi Minta Aturan Pasokan Lebih Fleksibel

Pendekatan tersebut salah satunya diterapkan MRCCC Siloam Semanggi. Rumah sakit khusus kanker ini berupaya memenuhi kebutuhan pasien selama menjalani pengobatan, termasuk dari sisi nonmedis.

Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan mengatakan, setiap pasien memiliki perjalanan yang berbeda dalam menghadapi kanker. Maka, dungan kepada pasien perlu mencakup aspek yang lebih luas dari tindakan medis.

“Para cancer warrior juga membutuhkan kesempatan untuk sejenak keluar dari rasa khawatir dan lelah selama menjalani pengobatan,” ujar Tries dalam keterangannya, awal pekan ini

Menurut dia, pengalaman positif selama menjalani perawatan diharapkan dapat membantu menjaga semangat pasien dalam melanjutkan pengobatan.

Hospital Director MRCCC Siloam Semanggi Adityawati Ganggaiswari menambahkan, pengobatan kanker tentu membutuhkan layanan medis yang optimal. Namun, setiap pasien datang dengan kebutuhan yang berbeda, tidak hanya dari sisi medis tetapi juga emosional.

"Maka, kami berupaya menghadirkan lingkungan yang mendukung pasien dan keluarga selama menjalani pengobatan,” kata Adityawati. Salah satu bentuknya adalah program Mini Cinema. Sebanyak 19 pasien kanker bersama pendamping mengikuti pemutaran film, 

Program tersebut menjadi aktivitas nonmedis yang melengkapi pelayanan bagi pasien kanker. Pasien mendapat ruang untuk menikmati hiburan dan berinteraksi di tengah rangkaian pengobatan yang dapat berlangsung panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×