kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45889,80   -6,05   -0.68%
  • EMAS1.327.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jelang Larangan Ekspor Bauksit, Serapan Domestik Belum Optimal


Senin, 17 April 2023 / 04:10 WIB
Jelang Larangan Ekspor Bauksit, Serapan Domestik Belum Optimal


Reporter: Filemon Agung | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan larangan ekspor bijih bauksit oleh pemerintah masih menghadapi tantangan minimnya serapan smelter dalam negeri.

Pelaksana Harian Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3I) belum ada peningkatan serapan bijih bauksit untuk pasar domestik. 

"Permintaan tetap, karena smelter hanya dua dengan kapasitas pasokan paling banyak 10 juta ton sampai dengan 12 juta ton per tahun," kata Ronald kepada Kontan, Minggu (16/4).

Baca Juga: Jika Ekspor Konsentrat Tembaga Dilarang, Freeport: Indonesia akan Rugi Rp 57 Triliun

Ronald menambahkan, kebutuhan smelter domestik ini tak sebanding dengan produksi bijih bauksit dalam negeri yang lebih tinggi. Menurut dia, saat ini dua smelter yang menjadi konsumen utama pasar domestik yakni smelter milik PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Well Harvest Winning (WHW).

Adapun, tambahan lainnya yakni dari smelter Chemical Grade Alumina (CGA) milik PT Indonesia Chemical Alumina (ICA).

Sementara itu, Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Nico Kanter mengungkapkan, pihaknya siap mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan ekspor bijih bauksit. Untuk itu, pihaknya bakal mengakselerasi utilisasi smelter ICA.

"Karena kami sudah punya smelter ICA, kami mesti mempercepat, kami mesti meningkatkan kapasitas supaya bisa menyerap bauksit-bauksit yang kita miliki," terang Nico di Gedung DPR RI, Kamis (13/4).

Baca Juga: MIND ID Mengebut Sejumlah Proyek Hilirisasi Anak Usaha

Nico menjelaskan, jika larangan ekspor bijih bauksit nantinya berlaku maka pihaknya perlu melakukan penyesuaian produksi fasilitas smelter. Hal ini salah satunya untuk menjaga kapasitas stok yang ada.

"Kita harus sama-sama mendukung apa yang pemerintah inginkan," terang Nico.

Kontan mencatat, Saat ini produksi bauksit ANTM sebagian diolah untuk pabrik pengolahan alumina yang dikelola oleh anak usaha PT Indonesia Chemical Alumina (ICA).

Kapasitas produksi smelter ICA disebut mencapai 300 ribu ton alumina dengan konsumsi bauksit bersumber dari ANTM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×