kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.985   10,00   0,06%
  • IDX 7.337   -248,32   -3,27%
  • KOMPAS100 1.020   -39,17   -3,70%
  • LQ45 751   -25,47   -3,28%
  • ISSI 257   -9,75   -3,65%
  • IDX30 397   -12,77   -3,11%
  • IDXHIDIV20 493   -13,82   -2,73%
  • IDX80 115   -4,19   -3,52%
  • IDXV30 133   -4,17   -3,04%
  • IDXQ30 129   -4,15   -3,13%

Jelang Lebaran, Pengusaha Konveksi Kesulitan Cari Penjahit Profesional


Senin, 09 Maret 2026 / 14:10 WIB
Jelang Lebaran, Pengusaha Konveksi Kesulitan Cari Penjahit Profesional
ILUSTRASI. Permintaan pakaian Lebaran melonjak, tapi pelaku konveksi kesulitan cari penjahit. Jangan sampai omzet hilang, cari tahu solusinya di sini. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang Lebaran, pelaku usaha konveksi menilai tantangan besar dalam mencari sumber daya manusia (SDM) penjahit profesional makin terasa karena permintaan pakaian yang meningkat.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) Nandi Herdiaman menyebut, beda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini masih banyak anggota kami yang meminta bantuan mencari penjahit, bahkan hingga mendekati perayaan Lebaran.

"Ini menunjukkan bahwa industri kecil menengah (IKM) kita masih sangat bergantung pada SDM yang terbatas," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).

IPKB, lanjutnya, berharap pemerintah bisa memperhatikan hal ini dan memberikan dukungan yang lebih besar. Apalagi, kata Nandi, permintaan produk lokal sedang naik hingga sekitar 60%.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melesat, Pemerintah Dorong Percepatan B50 dan E20

"Namun jika tidak ada SDM yang baik, bisa-bisa kepercayaan masyarakat turun. Kita harus bisa memenuhi permintaan ini dengan kualitas yang baik," tegas Nandi.

Menurutnya, selain SDM, regulasi yang telah baik juga harus diimbangi dengan permodalan dan infrastruktur yang memadai. Tanpa SDM yang terampil, mesin-mesin yang canggih dan teknologi terkini dinilai tak mampu meningkatkan produksi dan kualitas produk.

Oleh karena itu, Nandi kembali menegaskan pentingnya peran pemerintah. Salah satunya, bantuan kepada IKM melalui program-program yang mendukung, seperti pelatihan SDM, akses modal, dan pengadaan infrastruktur.

"Kita harus bisa meningkatkan kualitas produk lokal dan bersaing dengan produk impor. Ayo, pemerintah, kita butuh dukunganmu," terangnya.

Nandi menambahkan, persoalan ini bukan hanya tantangan bagi IKM, tetapi juga permasalahan nasional di industri tekstil dan produk tekstil (TPT). "Ini adalah saatnya kita semua bersatu dan bekerja sama untuk meningkatkan kualitas produk lokal," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×