kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Jembatan Selat Sunda cuma untungkan properti


Senin, 30 Desember 2013 / 12:33 WIB
ILUSTRASI. Dampak Terlalu Sering Mengonsumsi Gula Batu. dok/world stevia organization


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago menilai rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) bukanlah kebijakan untuk meningkatkan perekonomian untuk negara. Menurut Andrinof, JSS hanya memajukan satu sektor saja yakni properti.

"Ini adalah megaproyek untuk sektor properti saja," ujar Andrinof di kantor PB HMI, Minggu (29/12).

Andrinof menilai, pembangunan infrastruktur harusnya memudahkan distribusi logistik dari produsen ke konsumen lebih mudah dan murah. Selama ini distribusi barang karena melalui transportasi darat yang penuh kemacetan justru membuat harga barang lebih mahal.

Andrinof memberi contoh rencana pembangunan jalan biasa ataupun jalan tol yang hanya membuat subur sektor properti di sekitarnya. Harga rumah kini semakin mahal, apabila dekat jalan raya atau jalan tol.

"Ekonomi kita jadi tidak berkualitas. Tanah jadi rebutan pemilik modal yang harganya diserahkan dengan mekanisme pasar," ungkap Andrinof.

Andrinof pun menyarankan pemerintah fokus menata perekonomian yang pro sektor riil sehingga masyarakat menengah ke bawah bisa menikmati hasil pembangunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×