kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Perempuan dan Anak Muda Semakin Kepincut Golf, Industri Mulai Berbenah


Jumat, 14 Agustus 2026 / 17:18 WIB
Perempuan dan Anak Muda Semakin Kepincut Golf, Industri Mulai Berbenah
ILUSTRASI. Aksesoris Golf merk Lacoste turut memperkenalkan koleksi Lacoste Golf (DOK/Golf House)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Olahraga golf perlahan mengalami perubahan wajah. Jika sebelumnya identik pemain laki-laki dewasa dan kalangan tertentu.

Kini minat terhadap olahraga ini semakin berkembang. Perempuan hingga golfer muda mulai menjadi segmen yang menjadi sasaran industri golf.

Assistant Vice President Merchandising Golf House Indonesia PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), Ashok Kumar mengatakan, peningkatan golfer perempuan mulai terlihat setelah pandemi Covid-19.

“Sebelum Covid itu jumlah golfer ladies kita sekitar 5%-7%. Lalu saat Covid banyak pemain ladies baru, golfer baru. Saat itu  golf adalah salah satu olahraga yang paling aman,” ujar Ashok, Kamis (13/8).

Nah, sebagian pegolf perempuan yang mulai bermain saat pandemi masih bertahan hingga kini. Hasilnya proporsi golfer perempuan meningkat menjadi sekitar 25%-30%.

Meningkatnya jumlah golfer perempuan turut mendorong perubahan kebutuhan produk. Golf House mulai memperbanyak perlengkapan, pakaian dan aksesori yang menyasar pemain perempuan.

Senior General Manager Brand Marketing & Consumer Engagement Asia Tenggara MAPA, Martina Harianda Mutis mengatakan kebutuhan golfer perempuan tidak hanya terkait perlengkapan bermain, tetapi juga penampilan.

Baca Juga: Kadin Dorong Aliansi Negara Produsen Sawit, Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Global

“Jadi segalanya kita equipped. Dari segi hard goods dan juga soft goods. Terus sekarang kita fokus banget untuk persiapin produk untuk perempuan karena itu jelas fokus kita juga,” kata Rinda, sapaan Martina. 

Golf House juga melihat golfer junior sebagai segmen penting untuk pertumbuhan industri golf ke depan. Meski jumlahnya masih terbatas, pemain muda dinilai dapat menjadi calon golfer jangka panjang.

“Junior itulah cikal bakal kami untuk tumbuh nantinya. Kalau dia dari muda sudah golf, itu biasanya setahu saya sampai umur 70 dia masih main golf,” ujarnya, Namun, keterbatasan jumlah pemain junior membuat pilihan perlengkapan khusus anak belum sebanyak kategori dewasa.

“Selama 36 tahun, Golf House telah ikut andil dalam membentuk kultur golf di Indonesia. Kami menyaksikan langsung adanya regenerasi, perubahan ekspektasi, dan cara menikmati golf yang semakin fleksibel,” papar Ashok.

Rinda mengatakan, Golf House ingin menjadi tempat bagi masyarakat yang ingin mengenal hingga mendalami olahraga golf. "Golf House terus hadir bukan hanya sebagai tempat berbelanja perlengkapan golf, tetapi juga sebagai rumah bagi siapa pun yang ingin mengenal, belajar, dan menjadi bagian dari komunitas golf," lanjut Rinda. 

Selama lebih dari tiga dekade, Golf House telah berkembang dari satu toko menjadi 48 lokasi di 10 kota besar di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×