kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Jembatan Tenggarong ambruk, pasokan batubara PLN masih aman


Selasa, 29 November 2011 / 21:24 WIB
Jembatan Tenggarong ambruk, pasokan batubara PLN masih aman
ILUSTRASI. Ilustrasi durian. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Peristiwa ambruknya jembatan Tenggarong di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, menyebabkan pelayaran sejumlah kapal tongkang pengangkut batubara mandek. Apabila reruntuhan jembatan tidak segera dievakuasi, peristiwa ini bisa menimbulkan dampak yang luas bagi konsumen batubara.

Namun, Kepala Dvisi Batubara PT Perusahaan Listrik Negara Helmi Nadjamudin mengungkapkan, pasokan batubara PLN masih aman untuk 30 hari ke depan. “Sampai selesainya pemindahan reruntuhan jembatan Tenggarong, 15 hari lagi, PLTU batubara masih aman, karena cadangan di lapangan penyimpanan batubara masih cukup,” ujar Helmi dalam pesan singkat kepada KONTAN, Selasa (29/11).

Sebanyak 65% pasokan batubara untuk sejumlah pembangkit PLTU milik PLN berasal dari Kalimantan Timur. Helmi mengatakan PLN memiliki kontrak pembelian batubara dari Kalimantan Timur, yaitu dari Adaro, Kaltim Prima Coal (KPC) dan Kiceco. Batubara ini dipasok untuk kebutuhan PLTU Indramayu, Labuhan, Rembang, Teluk Naga, Cilacap, Suralaya, dan Paiton.

Dia bilang, kebutuhan batubara PLN tahun ini mencapai 41 juta ton. “Pasokan dari Kalimantan Timur sebesar 65% dari kebutuhan nasional itu,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×