kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Jero Wacik mulai menghitung kenaikan harga BBM


Jumat, 15 Maret 2013 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. Syarat yang Harus Dipenuhi dalam Menyediakan Air Akuarium.


Reporter: Diemas Kresna Duta | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini menyusul harga minyak internasional yang terus meninggi.

Menteri ESDM, Jero Wacik mengaku, pihaknya sedang mengkaji dan menghitung besaran kenaikan. Sayangnya, ia urung mengungkapkan kapan kenaikan harga itu dilaksanakan. "Kebijakan sedang disiapkan, karena banyak yang menilai harga BBM bersubsidi Rp 4500 sudah tidak masuk hitungan keekonomian," ungkap Wacik kepada wartawan, Jumat siang (15/3).

Wacik mengatakan, opsi kenaikan harga BBM akan diambil jika upaya pembatasan tidak berjalan signifikan. Saat ini, tambahnya, Pemerintah pun sedang memfokuskan diri untuk menjalankan skenario pembatasan.

Salah satunya dengan program RFID. Ia berujar, kenaikan harga BBM bersubsidi merupakan opsi terakhir. "Pemerintah tidak akan gegabah menaikkan harga BBM. Pasalnya kebijakan itu tidak hanya urusan keekonomian, melainkan juga menyangkut masalah sosial yang berdampak pada rakyat kecil," klaimnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×