kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.508   132,00   0,81%
  • IDX 7.771   -180,81   -2,27%
  • KOMPAS100 1.082   -24,22   -2,19%
  • LQ45 794   -17,88   -2,20%
  • ISSI 263   -5,59   -2,08%
  • IDX30 412   -9,22   -2,19%
  • IDXHIDIV20 479   -9,02   -1,85%
  • IDX80 119   -3,01   -2,46%
  • IDXV30 129   -3,65   -2,76%
  • IDXQ30 133   -2,74   -2,01%

Jokowi Sebut Proyek Hilirisasi Batubara Bisa Hemat APBN hingga Rp 70 Triliun


Senin, 24 Januari 2022 / 13:59 WIB
Jokowi Sebut Proyek Hilirisasi Batubara Bisa Hemat APBN hingga Rp 70 Triliun
Presiden Joko Widodo groundbreaking proyek hilirisasi batubara menjadi dimetil eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, Senin (24/01/2022).


Reporter: Filemon Agung | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah memulai pembangunan (groundbreaking) proyek hiliriasi batubara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Muara Enim.

Jokowi mengungkapkan, dirinya telah meminta agar proyek gasifikasi batubara ini dilakukan sejak enam tahun lalu. Kendati demikian, rencana tersebut baru dapat terwujud pada hari ini.

Meski demikian, kehadiran proyek ini diharapkan mampu mengurangi beban impor dari LPG yang cukup besar."Kalau sudah produksi bisa kurangi subsidi dari APBN Rp 7 triliun kurang lebih," ungkap Jokowi saat meresmikan proyek ini, Senin (24/1).

Jokowi menambahkan, bahkan jika seluruh LPG disetop dan digantikan produk DME maka penghematan subsidi LPG dari APBN bisa mencapai Rp 60 triliun hingga Rp 70 triliun.

Baca Juga: Harga Batubara Menanjak, Produsen Tak Mengubah Target Hilirisasi

Jokowi pun meminta agar proyek yang menelan investasi hingga Rp 33 triliun ini dapat tuntas tepat waktu dan tidak melebihi waktu yang direncanakan.

Ke depannya, Jokowi merencanakan agar proyek serupa juga dilakukan di daerah lainnya. Pasalnya proyek yang ada saat ini disebut hanya akan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat wilayah Sumatra Selatan dan sekitarnya.

"Kita harapkan nanti setelah di sini selesai, dimulai lagi ditempat lain karena ini hanya bisa suplai Sumatra Selatan dan sekitarnya kurang lebih 6 jutaan kepala keluarga," terang Jokowi.

Baca Juga: Menteri ESDM tegaskan komitmen hilirisasi minerba




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×