kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

JRPT pindah fokus bisnis ke Pasar Kemis


Sabtu, 02 Juli 2016 / 09:53 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Perusahaan pengembang properti, PT Jaya Real Property Tbk nampaknya saat ini sudah tidak lagi melirik Bintaro sebagai salah satu pusat pengembangan properti mereka.

Saat ini, perusahaan dengan kode emiten JRPT tersebut lebih memilih Pasar Kemis sebagai salah satu pusat pengembangan properti mereka yang baru.

"Saat ini kami akan mulai pindah fokus pengembangan dari Bintaro ke Pasar Kemis," kata Arum Prasasti, Sekretaris Perusahaan PT Jaya Real Property Tbk, kepada KONTAN, Jumat (1/7)

Arum menyatakan, hal ini karena kemungkinan besar mereka hanya bisa mengembangkan Bintaro sebesar 1.000 hektar lagi. Sementara itu, mereka masih memiliki land bank sebesar 600 hektar di wilayah Bintaro yang kemungkinan bisa mereka kembangkan hingga 2030 dengan melakukan akuisisi tanah-tanah di sekitar Bintaro.

Penghentian pengembangan di Bintaro juga karena diakui karena nilai pembebasan lahan di Bintaro sudah terlalu mahal.

Di Bintaro tersebut, Arum juga menyebut tidak akan lagi memfokuskan pengembangan landed house dan lebih memilih pengembangan high rise di wilayah Bintaro. Salah satu contohnya adalah apartemen yang mereka bangun di wilayah Bintaro yakni apartemen Emerald.

Sementara itu, di Pasar Kemis, JRPT masih memiliki lahan sekitar 1.600 hektar yang siap untuk dikembangkan. Meski demikian, saat ini mayoritas proyek masih berupa landed house.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×